JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Tingkatkan Nilai Jual Hasil Pertanian, BPTP Kalteng Bekali KWT Kotim Olah Produk Hortikultura

KOTAWARINGIN TIMUR - Dalam Rangka penyelenggaraan BIMTEK Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Cabai dan Bawang, Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur mengundang BPTP Kalimantan Tengah untuk memberikan materi sebagai narasumber (6/11/2019).

Acara Bimtek bertempat di rumah ketua kelompok Sri Rejeki di Kelurahan Ketapang, Kab.Kotawaringin Timur. Bimtek dihadiri oleh Kasie. Perlintan Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalteng (Mardas), staf,Kabid. Tanaman Hortikultura Dinas Pertanian Kab. Kotim (Permata Fitri) beserta jajarannya, kelompok Wanita Tani Sri Rejeki dan Teratai Indah.

Dalam sambutannya Bapak Mardas berharap Bimtek yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kab.Kotim ini dapat bermanfaat mengingat sebelumnya mereka juga telah menerima bantuan peralatan pengolahan hasil hortikultura dari Dinas TPHP Provinsi yang dihibahkan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT). Bantuan peralatan dan bimtek ini diharapkan dapat menambah nilai tambah dan nilai jual dari hasil hortikultura dan pengembangkan usaha produk olahan hasil pertanian oleh para KWT.

Selain itu juga dalam sambutannya Ibu Permata Fitri (Kabid. Tanaman Hortikultura) menyampaikan bahwa KWT Sri Rejeki dalam usahanya sudah memproduksi berbagai macam hasil olahan seperti stik bawang, stik ubi jalar, stik bayam dan sambal patikala, bawang goreng dan produk lainnya. Dengan adanya pelatihan pengolahan dan pemasaran hasil cabai dan bawang merah harapannya produk yang dihasilkan semakin berkembang dan bervariasi, selain itu produk yang dihasilkan dapat memiliki daya simpan yang lebih lama.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan BPTP Kalteng (Sintha E, P, S.TP dan Hijrah Tunisa, SP, M.Si) memberikan materi dan praktek pengolahan hasil. Produk yang didapatkan dari hasil praktek yaitu Saus Cabai, Saus Tomat, Abon Cabai, dan Pasta Bawang Merah. Seluruh peserta dari 2 KWT tersebut antusias dalam pelaksanaan prakteknya karena dengan begitu keterampilan mereka dalam pengolahan hasil hortikultura semakin bertambah. (Sintha)