JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Komisi IX DPR RI Kunjungi Kalteng untuk Pemanfaatan Tanaman Obat Tradisional

PALANGKA RAYA - Bahan alam di Pulau Kalimantan sejak lama dikenal memiliki khasiat obat. Pada 2006, misalnya, situs web LIPI pernah memuat informasi tentang calon obat kanker dari pohon kayu bintangor batu (Calophyllum teysmannii). Dalam kancah pengobatan alternatif juga dikenal nama bajakah yang asalnya dari Kalteng, serta banyak contoh lainnya. Hanya yang perlu segera dilakukan langkah-langkah percepatan adalah bagaimana Pemerintah, baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan aktifitas research and development (R&D) sehingga hasil riset dapat menjadi produk obat yang bermutu, aman dan berkhasiat demikian yang disampaikan Ketua Komisi IX saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di aula Kantor Gubernur Kalteng (13/02/2020) mengenai pemanfaatan obat asli Indonesia termasuk Bajakah, yang menjadi perhatian khusus 20 orang anggota Komisi IX DPR RI sebagai pengobatan obat yang mesti kembangkan.

Kepala BPTP Kalimantan Tengah menghadiri RDP tersebut, serta menyiapkan hasil pengkajian/riset Tanaman obat speaifik Kalimantan Tengah yang telah dilakukan eksplorasi, karakterisasi dan inventarisasi Sumberdaya Genetik (SDG) diharapkan dapat mendukung pengembangan tanaman obat di Kalimantan Tengah.
Hadir pula dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Balai Besar POM Palangka Raya, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian Prov. Kalteng, Perguruan Tinggi, Pemerintah Kota Palangka Raya, Komda SDG Kalteng, Pusat Pengolahan ObatbTradisional Kalteng dan Pusat Studi Obat Tradisional Tropis Kalteng

Anggota Komisi IX DPRI juga berkesempatan mengunjungi UKM pengrajin tanaman Herbal/obat suku Dayak di kelurahan Benggrais Kota Palangka Raya.(Adm)