JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Kalteng Presentasikan Kegiatan Pengelolaan Sumber Daya Genetik 2020

BOGOR - Bertempat di hotel Sahira Bogor dilaksanakan Workshop kegiatan Pengelolaan Sumber Daya Genetik Tahun 2020, yang dihadiri 34 BPTP se Indonesia, dan dibuka oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, yang diwakili oleh Ketua Panitia Pelaksana Prof Dr. Sahardi.

Workshop yang dilaksanakan selama dua hari 3-4 Maret 2020 menyajikan beberapa materi penting yang sangat menunjang.dan diperlukan pada pelaksanaan kegiatan tahun 2020, yaitu Mekanisme Pendaftaran Varietas Tanaman Secara Online dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan SDG.

Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan 2020, BPTP Kalimantan Tengah bersama dua BPTP lainnya berkesempatan menyampaikan rencana detail pelaksanaan kegiatan Pengelolaan SDG tahun 2020, yang mendapat respon positif dari evaluator, yang mengevaluasi proposal dan paparan yang disampaikan penanggung jawab kegiatan. Tim evaluator yang ditunjuk berasal dari FKPR Balitbangtan yang memiliki kepakaran dalam pengelolaab SDG, yaitu Bapak Prof Budi Marwoto, Prof Sahardi dan Agus Muharram.

Tim evaluator menyatakan beberapa kegiatan yang telah dirancang dan dilakukan BPTP Kalimantan Tengah 2020 telah sesuai dengan apa yang dimandatkan, dan sesuai juga dengan judul kegiatan yaitu Pengelolaan sumber Daya Genetik Tanaman Spesifik Lokasi. Beberapa bagian dari pengelolan yang dilakukan meliputi inventarisasi dan eksplorasi, tetap terus dilakukan dan menjadi penting serta bermanfaat, agar setiap SDG lokal yang dihimpun menjadi lengkap, baik dari segi keberadaannya maupun pemanfaatannya.

Selain itu BPTP Kalimantan Tengah juga telah terlibat dalam memanfaatan SDG lokal, baik melalui kerjasama dengan eksternal instansi seperti dengan Pemerintah Daerah dalam hal pendampingan pendaftaran dan pelepasan varietas tanaman serta indikasi geografis, juga kerjasama international dalam hal pemanfaatan SDG padi lokal bersama FAO, khususnya dalam evaluasi padi-padi lokal dan registrasi padi lokal dengan sistem DOI atau Digital Object Identifier, sehingga SDG lokal Kalteng dapat dimamfaatkan secara International. Demikian juga dengan kerjasama internal instansi, dimana telah dilakukan Sidik Jari terhadap beberapa SDG padi lokal asal Kalteng.

Banyak saran dan masukan yang secara umum disampaikan tim evaluator kepada semua peserta yang merupakan para Penanggung Jawab kegiatan SDG di BPTP se Indonesi bahwa pendaftaran dan pelepasan varietas tanaman hanyalah sistem administrasi varietas tanaman, sehingga dalam pengelolaan SDG jangan evoria dengan keberhasilan itu, namun bagaimana kinerja dari setiap SDG yang terdaftar dan dilepas tersebut termanfaatkan dan memiliki keunggulan serta dapat memberikan nilai tambah, ungkap Prof, Budi Marwoto. (Susilawati)