JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Kalteng Lakukan Survei Standardisasi Penetapan Mutu Dan Produk Komoditi Pertanian Di Kab.Barito Utara

BPTP Kalteng Lakukan Survei Standardisasi Penetapan Mutu Dan Produk Komoditi Pertanian Di Kab.Barito Utara
MUARA TEWEH - Sebagai tindak lanjut dari PERPRES No 117 tahun 2022 tentang Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) sebagai organisasi baru pengganti Badan Litbang, BPTP Kalteng juga akan bertransformasi sambil menungu SOTK dan Permentan menjadi Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (Balai Penerapan SIP) akan melakukan tugas dan fungsi standar dan penilaian kesesuaian (SPK) spesifik lokasi. Ruang lingkup instrumen standar mencakup produk, jasa, sistem, proses, dan orang/SDM.
 
Untuk mengimplementasikan tugas tersebut BPTP melakukan survei (16/11/2022) identifikasi dan mapping ke daerah wilayah kabupaten yang telah melakukan penerapan standar dan mutu hasil pertanian ataupun ke daerah atau kabupaten sentra pertanian seperti di wilayah timur Provinsi Kalteng yang berbatasan dengan penyangga pangan IKN yaitu Kab.Barito Utara. Sebelum team Standardisasi BPTP Kalteng (M. Anang Firmansyah dan Krisyetno) melakukan survei ke lapangan ke petani pelaksana mutu dan hasil produk terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian Kab Barito Utara (Syahmiludin A Surapati) untuk menyampaikan maksud dan tujuan sesuai tugas Standardisasi untuk mendata,mensurvei dan memetakan produk-produk pertanian yang akan direncanakan distandarisasi oleh BPTP selaku unit kerja BSIP di daerah.
 
Hal tersebut disambut baik oleh kepala dinas dan menyampaikan terima kasih serta mempersilahkan melakukan survei untuk mendapatkan data-data yang diperlukan serta meminta sekretaris dinas dan stafnya untuk membantu mendapat informasi yang diperlukan oleh BPTP selaku badan baru standardisasi dan penilaian kesesuaian produk pertanian di Kab Barito Utara.
 
Setelah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pertanian Kab.Barito Utara team langsung ke lapangan (petani jagung pipil/pakan, pedagang tempe dll) untuk mendapatkan informasi produk pertanian yang akan menjadi calon distandarisasi. Petani jagung pipil/pakan yaitu pak Muryanto dan pak Sunarto selaku Gapoktan Desa Mampuak 1 Kec.Teweh Timur.
 
Dari keterangan petani mengenai produk pertanian jagung yang mereka hasilkan diserap oleh perusahaan industri yaitu PT.Kompit dan PT. Samsung di Pelaihari Kalsel. Produk bisa diterima,dibeli tentunya dengan syarat dan standarisasi dari perusahaan tersebut yang harus petani penuhi. Hasil produk pipilan jagung yang dihasilkan oleh petani Kec.Teweh Timur mencapai 800 sd 1.600 ton/musim tanam. Harapan petani BPTP dapat membantu dalam hal standarisasi dan kesesuaian produk yang diterapkan oleh perusahaan penyerap produk mereka,agar petani mendapatkan keuntungan yang tinggi.
 
Selanjutnya survei pasar pendopo di Muara Teweh ke produk tempe dan tahu yang hampir semua belum ada standardisasi produk karena diproduksi pabrik sendiri tanpa UMKM dan belum ada skala perusahaan industri,bahan baku yang digunakan seperti kedelai import melalui Kalsel. Dari hasil survei beberapa produk pertanian tersebut sebagai informasi, dan pemetaan perencanaan ke depan untuk melakukan langkah awal perencanaan standarisasi produk pertanian dan penilaian kesesuaian spesifik lokasi setiap daerah sentral pertanian seperti Kab.Barito Utara. (kri)