JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Roguing dan Detaselling, Tingkatkan Aspek Psikomotorik Kelompok Penangkar Jagung Hibrida

KOTAWARINGIN BARAT – Tim UPBS BPTP-Balitbangtan Kalimantan Tengah bersama dengan tim penyuluh pendamping kegiatan dari Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK), Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat melakukan kegiatan roguing/ seleksi dan detaselling tanaman jagung di lokasi penangkaran benih jagung hibrida, Desa Karang Mulia, Senin (08/08/2017).

Twenty Liana, sebagai anggota tim UPBS menegaskan kepada petani penangkar dan penyuluh bahwa perlakuan roguing/ seleksi adalah hal penting yang harus dilakukan dalam proses kegiatan perbenihan jagung. Dengan melakukan identifikasi dan menghilangkan tanaman yang menyimpang maka akan dihasilkan tanaman yang seragam. “Perlakuan ini bertujuan untuk mempertahankan kemurnian dan mutu genetik suatu varietas”, terang Twenty. Karakteristik varietas dapat digunakan untuk mengenali dan mengidentifikasi tipe simpang. Roguing yang dilaksanakan pada saat ini adalah fase III yaitu pada umur tanaman 45-52 hari setelah tanam (HST) untuk mengecek warna bunga betina/ jantan, bentuk malai, posisi tongkol dan warna rambut yang tidak dikehendaki.

Sedangkan detaselling dilakukan sebelum bunga jantan terbuka/ muncul dari daun terakhir (daun pembungkus mulai membuka, sementara malai belum keluar dari gulungan daun tetapi sudah hampir tersembul dari gulungan daun). Perlakuan ini khusus pada bunga jantan tanaman betina pada baris tanaman ke-dua; ke-tiga; dan ke-empat; mengingat komposisi tanaman jantan dan betina adalah 1 : 3.

Kegiatan penanaman telah dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2017 atau umur tanaman memasuki 50 HST dengan luas ± 4 ha. Varietas benih jagung hibrida yang ditangkarkan adalah Bima 19 URI (STJ107) asal persilangan antara hibrida silang tunggal G193//Mr14 sebagai tetua betina dengan galur murni Nei9008P sebagai tetua jantan (G193/Mr14 x Nei9008P). Selain itu, varietas Bima 20 URI (STJ109) asal persilangan antara hibrida silang tunggal G180//Mr14 sebagai tetua betina dengan galur murni Nei9008P sebagai tetua jantan (G180/Mr14 x Nei9008P) dengan target produksi 2,5 ton/ha.

Di Kalteng, adanya kegiatan penangkaran benih jagung hibrida yang dinahkodai UPBS BPTP-Balitbangtan Kalteng bekerja sama dengan Kelompok Penangkar Tani Maju Desa Karang Mulia, dikarenakan Provinsi Kalimantan Tengah termasuk dalam tujuh daerah pengembangan kawasan Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) jagung nasional, yang sentra kegiatan tersebut berada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Ditjen Tananaman Pangan, 2014). Harapannya di kemudian hari, Kabupaten ini mampu sebagai basis penyedia kebutuhan jagung di Kalimantan Tengah dan sekitarnya. (Why/Sand)