JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Panen Padi “Brenti” Plasma Nutfah Yang Tahan Genangan

KAPUAS - Hingga saat ini tidak kurang dari 25 jenis padi lokal spesifik lahan rawa telah dieksplorasi oleh BPTP Kalimantan Tengah, dan dikoleksi di Bank Gen, Balai Besar Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian Bogor.  Semuanya merupakan sumber daya genetik atau plasma nutfah lokal yang bermanfaat untuk pengembangan pertanian padi ke depan. Sebagian dari plasma nutfah tersebut juga telah  didaftarkan ke Pusat perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP)  Kementerian Pertanian.

Berbagai keunggulan dari padi lokal tersebut antara lain tahan terhadap kondisi lingkungan dengan pH rendah, toleran Fe, tahan serangan OPT dan tahan genangan yang cukup lama, seperti padi Brenti, yang banyak ditanam petani di lahan pasang surut kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.  Secara umum karakteristik padi lokal Brenti memiliki tinggi tanaman antara 130-160 cm, dengan warna pangkal batang yang hijau. Jumlah anakan sedang yaitu 6-8 anakan per rumpun, bentuk daun panjang dan terkulai.  Memiliki buah yang cukup lebat dengan malai yang tergolong panjang, yaitu antara 27-32 cm. Warna bulir kuning bening hingga keemasan dengan jumlah gabah per malai antara 137-183 butir. Umur tanaman sekitar 120-130 hari.

Pada periode panen bulan Desember-Pebruari 2017/2018, padi lokal Brenti turut berkontribusi memberikan sumbangan produksi pagi kabupaten Kapuas. Khusus di Kelompok Tani Sidodadi I Desa Bungai Jaya kecamatan Basarang kabupaten Kapuas, luas tanaman padi Brenti mencapai 46 ha.  Dari hasil panen padi Brenti yang dilakukan di awal Januari 2018 diperoleh produktivitas sebanyak 2,1 t/ha.  Pada kesempatan panen yang dilakukan di lahan milik petani Katmani, kepada Dinas Pertanian kabupaten Kapuas Ir. Anjono Bakti, MM menjelaskan bahwa panen padi lokal kali ini memberikan hasil yang cukup baik, karena rata-rata produktivitas padi lokal di kabupaten Kapuas khususnya dan Kalimantan Tengah umumnya hanya berkisar antara 1,5-1,8 t/ha.  Kelebihan padi lokal yang ditanam memiliki rasa yang enak, dengan harga jual yang lebih tinggi dibanding padi varietas unggul.  Kepala Dinas Pertanian juga berharap agar petani yang telah panen padi lokal ini segera melakukan persiapan lahan kembali untuk menanam padi unggul pada periode Agustus – Oktober 2018, sehingga pola tanam padi lokal – padi unggul dapat dilaksanakan.  Adapun pada periode Januari - Mei lahan umumnya tergenang, sehingga petani tidak bisa melakukan pertanaman.

Saat berdialog dengan kelompok tani, peneliti BPTP Kalimantan Tengah Susilawati menjelaskan pentingnya menanam padi-padi lokal dalam upaya melestarikan sumber plasma nutfah Kalimantan Tengah. Plasma nutfah akan selalu dicari dan dimanfaatkan dalam pembentukan varietas-varietas unggul baru, sehingga varietas yang dihasilkan akan memiliki keunggulan tertentu seperti yang dimiliki varietas Brenti yang tahan lingkungan masam, tahan genangan dan keracunan Fe.  Ditambahkan juga bahwa dalam pengembangan pertanian lahan rawa, maka teknologi-teknologi spesifik lokasi akan tetap di kedepankan.  Lahan-lahan yang selalu tergenang, akan dicarikan solusinya, apakah melalui pembangunan, perbaikan dan penyempurnaan sistem tata airnya, atau dengan memilih varietas tanamannya, seperti padi Brenti yang tahan genangan. Dengan demikian lahan pertanian akan dapat dimanfaatkan sepanjang tahun (Susi/Cinta)