JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Tindaklanjuti MoU Dengan Dampingi Warga Binaan Rutan

PALANGKA RAYA - Sebagai tindaklanjut dari penandatanganan kesepakatan bersama antara Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kalimantan Tengah dengan Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) Kalimantan Tengah pada tanggal 5 Januari 2018 lalu mengenai pendampingan Inovasi Teknologi Pertanian pada Warga Binaan Rutan Palangka Raya, BPTP Kalteng melaksanakan pendampingan inovasi teknologi pertanian pada Warga Binaan yang melaksanakan program assimilasi (25/01/2018).

Tim peneliti dan penyuluh BPTP Kalteng sebagai fasilitator dalam pendampingan inovasi teknologi pertanian membaur langsung dengan warga binaan di lahan pekarangan Rutan Palangka Raya. Pendampingan inovasi teknologi yang disuguhkan diantaranya yaitu mengenalkan cara budidaya tanaman kacang panjang, lombok, terong, bayam, kangkung, gambas, jagung manis, kedelai dan singkong.

Rukayah, penanggung jawab kegiatan yang juga salah satu fasilitator dalam kegiatan tersebut memaparkan bahwa kondisi lahan di lokasi Rutan Palangka Raya adalah lahan sub optimal pasir kuarsa yang miskin unsur hara. Untuk melakukan budidaya diperlukan pengolahan tanah dan bahan organik yang cukup sebagai media tanam.

“Bahan organik sebenarnya sudah tersedia, tapi belum termanfaatkan secara optimal”, ujarnya.

Kedepannya Ia mengharapkan semua limbah makanan yang berasal dari rutan/lapas tidak terbuang sebagai limbah dan  dapat dimanfaatkan.

Kepala Rutan Palangka Raya, Akhmad Zaenal Fikri mengatakan bahwa dengan adanya pendampingan dari BPTP Kalteng diharapkan bisa membawa manfaat berupa ilmu pengetahuan tentang teknologi pertanian. Ia berharap agar kedepannya hasil pertanian tersebut bisa dikonsumsi baik oleh warga binaan dan petugas sendiri bahkan nantinya bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis untuk Rutan Palangka Raya.

Rukayah mengatakan bahwa BPTP Kalteng siap membantu pihak Rutan juga Palangka Raya melakukan pendampingan teknologi pertanian semaksimal mungkin dan rutin melakukan kegiatan penyuluhan pertanian terutama kepada warga binaan sehingga nantinya mereka memiliki keahlian dibidang pertanian serta dapat bermanfaat sebagai modal usai menjalani masa pidana (Iruk/Cinta/Vidya).