JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pengelolaan Lahan Rawa Untuk Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan

PALANGKA RAYA - ( 28 MARET 2018 ) Upaya peningkatan produksi pangan ke depan diarahkan pada lahan-lahan suboptimal termasuk lahan rawa. Pengembangan lahan rawa untuk pertanian memerlukan teknologi pengelolaan lahan dan air serta teknologi budi daya sepesifik lokasi, kondisi sosial ekonomi masyarakat, kelembagan, dan sarana prasarana yang memadai.

Dalam rangka penyusunan buku serial pembangunan pertanian tahun 2018 mengenai lahan rawa. Biro Perencanaan Kementerian Pertanian bersama tim dari Balai Peneltian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Balai Penelitian Tanah (Balitanah), dan BPTP Kalteng, melakukan identifikasi dan survei lapangan lahan rawa (lebak dan pasang surut) di kabupaten Kapuas. Koordinasi kebijakan pembangunan lahan rawa dilaksanakan di Dinas Pertanian Kapuas untuk memperoleh data mengenai, (1) potensi sumberdaya lahan rawa pasang surut dan rawa lebak,(2) infrastuktur (termasuk jajaringan tata air, alsintan) sarana dan prasarana,seperti benih dan pupuk, (3) SDM dan kelembagaan petani dan penyuluhan, serta (4) produktivitas dan pascapanen.

Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan teknologi spesifik lokasi yang layak dikembangkan di lahan rawa dengan sasaran akhir konservasi dan peningkatan produksi komoditas pertanian. Pengembangan lahan rawa dilakukan melalui empat subsistem, yaitu subsistem pengembangan lahan, budi daya, mekanisasi dan pascapanen, serta kelembagaan petani dan penyuluhan. Inovasi pertanian bisa dijadikan landasan bagi pengembangan model-model percepatan pembangunan pertanian di lahan rawa lebak dan rawa pasang surut.(Dedy Irwandi)

Artikel Terkait