JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Tarabas, Beras Khas Jepang Yang Mulai Dikembangkan Di Kalteng

 

PALANGKA RAYA - Masyarakat Kalimantan Tengah sebentar lagi akan dapat merasakan beras khas Jepang, yang bisa disumpit saat disantap, demikian disampaikan Kepala BPTP Kalteng (Dr.F.F.Munier) di Palangka Raya (20/12/2018). Menurut beliau saat ini pihaknya sedang melakukan penangkaran benih padi varietas unggul baru (VUB) yang bernama Tarabas, hasil pengembangan VUB untuk jenis beras premium dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Padi (Balitpa Sukamandi).

Lebih lanjut disampaikannya pengembangan padi Tarabas ini merupakan upaya BPTP Kalteng dalam mengoptimalkan Fungsi Kebun Percobaan (KP) Unit Tatas Kapuas sebagai Penghasil Benih Sumber Padi Lahan Pasang Surut seluas 5 ha

Menurut peneliti padi BPTP Kalteng (Dr. Susilawati) Tarabas merupakan jenis beras Japonica, salah satu beras khusus yang semakin populer di masyarakat yang dicirikan dengan tekstur nasi yang sangat pulen, sehingga dapat disantap dengan menggunakan sumpit, kadar amilose yang rendah (12-15%), biasanya disajikan di Rumah Makan Asia Timur, seperti Jepang dan Korea. Di luar negeri beras ini tampilannya agak bulat dan pendek
Kelebihan dari Tarabas adalah tahan terhadap penyakit blast dan tungro, dua penyakit penting yang sering menganggu pertumbuhan padi sawah, selain itu kekurangan dari varietas Tarabas adalah tidak tahan terhadap Wereng Batang Coklat (WBC)) dan Hawar Daun Bakteri, sehingga pengwndalian OPT harus optimal dilakukan.
Direkomendasikan untuk penanamam yang optimal adalah di lahan sawah irigasi dataran rendah sampai menengah yang bukan daerah endemik WBC dan HBD. Kalteng merupakan daerah yang bebas WBC, sehingga potensi pengembangnya cukup menjanjikan. Potensi hasilnya dapat mencapai 4-5 ton per hektar. (Dedy Irwandi)