JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Tanam Padi di Lahan Gambut Palangka Raya, Kalteng Siap Menuju Lumbung Pangan 2045

PALANGKA RAYA - Bertempat di Desa Tanjung Pinang, kota Palangka Raya, dilaksanakan Gerakan Percepatan Tanam Padi Mendukung UPSUS PJK Kalimantan Tengah (04/09/2019).

Gerakan tanam padi ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Prov. Kalteng, Wakil Walikota Palangka Raya, Irjentan Kementan RI, Kepala dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Prov, Kadis Pertanian Kota Palangka Raya, Kepala BPTP Balitbangtan Kalteng, petani dan Masyarakat desa Tanjung Pinang. Lahan gambut yang dibuka sekitar 161,5 Ha dan ditanami benih padi varietas Ciherang dengan masa panen 105-110 Hst dan juga akan ditanami tanaman hortikultura.

Irjen Kementan selaku Penjab UPSUS Pusat (Justan R. Siahaan) sangat antusias, dalam wawancaranya beliau memotivasi "Gambut adalah bukti nyata betapa Tuhan berpihak kepada Indonesia, Indonesia akan menuju lumbung pangan 2045, tinggal kita siap atau tidak membantu petani atau ikut bertani".

Ia menyatakan juga untuk mendukung optimalisasi lahan kalteng yang sangat luas Kementan menyiapkan eksavator untuk membuat tanggul yang akan dipinjamkan ke kelompok tani.

"Kami juga menyediakan benih padi dan horti juga menyiapkan 500 jt benih gratis untuk 5 th ke depan" ujarnya lagi.

Sementara itu terkait kebijakan pemerintah daerah, sekda Kalteng, Fahrizal Fitri optimis dengan luasan lahan gambut Kalteng sebesar 3 juta Ha dapat menjadi Berkah Kalteng sebagai ruang untuk bermukim dan menjadi sumber pendapatan. Untuk mendorong agar masyarakat fokus menanam ke depannya di musim kemarau akan dilakukan pompanisasi dan diadakan sekolah lapang sehingga bisa memperkecil kebakaran.

Adanya gerakan tanam padi ini, menurut Danrem 102 Panju Panjung, Saiful Rizal merupakan salah satu bentuk pengendalian kebakaran hutan.
"Kami berupaya mensupport pencegahan Luas Tambah Terbakar dengan Luas Tambah Tanam", ujarnya.
Ia juga menghimbau agar masyarakat kita peduli untuk segera melakukan pembasahan untuk pencegahan asap.

Kota Palangka Raya berpotensi untuk ditanami, desa Tanjung Pinang merupakan salah satunya. Dengan tingkat keasaman pH 5,5 yang hampir mendekati normal, Kepala DinaS TPHP Prov Kalteng, Hj. Sunarti menyatakan tidak butuh banyak input di lahan untuk membuktikan dan mengubah image bahwa lahan gambut kota Palangka Raya bisa ditanami padi. Selain Desa tanjung Pinang selanjutnya akan mencoba tanam di Kelurahan Bereng Bengkel dengan luasan lahan sekitar 400 Ha. Ia berharap lahan gambut Kalteng dapat dimanfaatkan untuk pertanian melalui kearifan lokal.

Gerakan tanam yang dilaksanakan ini diakui ibu Wakil Walikota, Hj. Umi Mastikah sebagai angin segar dan haraoan baru untuk Kalimantan Tengah. Masyarakat tidak hanya dapat mencukupi kebutuhannya sendiri tetapi juga akan berdampat positif untuk menggiatkan masyarakat khususnya dalam pemberdayaan wanita Kalteng di bidang kerajinan dan pertanian sesuai karakteristik wilayah. Umi berharap sektor pertanian kalteng kedepannya selain menjadi sentra pertanian juga dapat menjadi lokasi pariwisata dimana anak-anak dan generasi muda dapat mengenal dan mencintai kearifan lokal.

Untuk mewujudkan harapan besar pertanian Kalimantan Tengah ini, perlu kesinambungan dari pendampingan inovasi teknologi pertanian. Dalam hal ini BPTP Balitbangtan Kalimantan Tengah mensupport sejak tahun 2016. Agar produksi tetap optimal, Kepala BPTP Balitbangtan Kalteng, Dr. Fery F. Munir menyatakan kesiapannya dalam pengembangan inovasi teknologi. Untuk mengoptimalkan produksi ia merekomendasikan teknik tanam jajar legowo dan pemupukan sesuai lahan. Selain itu harapannya kedepan bisa ditanam beberapa varietas lain yang toleran kekeringan. Ia juga berharap nantinya bisa dilakukan pemanfaatan alsintan mulai dari tanam hingga panen, karena untuk saat ini lahan masih belum bisa ditanami dengan jarwo transplanter. (Vidy)