JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kejar Target LTT 2019, Pemprov Kalteng Kembali Laksanakan Rakor UPSUS PJK  

PALANGKA RAYA - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Rapat Koordinasi UPSUS Padi Jagung Kedelai (PJK) di Hotel Bahalap Palangka Raya (10/10/2019).

Rakor ini dihadiri oleh Irjentan, Irjen 1 kementan, Kafis Pemprov Kalteng yang diwakili oleh Kepala UPT BPPBTPH, Deputi Konstruksi, Operasional dan Pemeliharaan BRG, Komandan Korem 102 Panju Panjung, Kepala BPTP Balitbangtan Kalimantan Tengah, Koordinator LO Kalteng dan tamu undamgan lainnya.

Pada kesempatan tersebut pelaksana UPSUS dari 14 kabupaten/kota se-Kalteng diarahkan untuk segera menyusun strategi percepatan LTT Kalimantan Tengah Tahun 2019 ini. Kemarau dan kebakaran hutan yang sempat menjadi kendala petani mengharuskan untuk mengejar target LTT tahunan tersebut di tiga bulan terakhir di tahun ini. Telah diketahui sebelumnya bahwa lahan tidur Kalteng di Indonesia sangat luas untuk dimanfaatkan sebagai salah satu daerah lumbung pangan Indonesia. Oleh karena itu Justan R. Siahaan, AK, MACC, CA (Penanggung jawab UPSUS Pusat wilayah Kalteng) mengajak para generasi muda petani milenial untuk bergerak bersama meningkatkan LTT dengan pemanfaatan teknologi dan alsintan. Dalam hal ini optimalisasi lahan juga ditingkatkan, terutama wilayah dengan lahan rawa yang dapat disiasati dilakukan pengolahan saat berada di luar musim penghujan.

Kolonel Dedy Marwanto, komandan Korem 102 menyatakan siap mendukung LTT Kalteng dengan meminimalisir kebakaran lahan. Hal tersebut sudah ia  strategikan dengan melakukan  pembangunan sekat kanal di lahan gambut yang juga dapat membantu sistem pengairan ke lahan sawah.

Usai beberapa sambutan dan arahan, rakor dilanjutkan dengan penyampaian target LTT, data LTT, data panen, kendala pada masing-masing kabupaten dan Prediksi LTT hingga Desember 2011. Dengan berbagai kendala baik dari keterlambatan benih, kurangnya koordinasi wilayah dan sistem pengairan yang bermasalah  serta wilayah dengan jarak tempuh cukup jauh maka setiap kabupaten/kota perlu membuat rencana kerja mulai bulan Oktober ini agar target LTT tercapai optimal. (Vidy