JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Yang Berkesan dari Pelaksanaan Apresiasi dan Bimbingan Lapang PSDS di Kalimantan Tengah

Dalam mendukung dan mensukseskan Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) 2014, baru-baru ini BPTP Kalimantan Tengah melaksanakan kegiatan Apresiasi dan Bimbingan Lapang PSDS di tiga Kabupaten di Kalimantan Tengah yakni Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kota Palangka Raya.

Meskipun pada tahun 2010 Propinsi Kalimantan Tengah belum termasuk Propinsi Prioritas pelaksana PSDS, namun sebagai Propinsi pendukung Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah memberikan perhatian yang cukup serius dalam upaya peningkatan populasi dan produktivitas sapi potong di Kalimantan Tengah. Hal ini terlihat dari banyaknya program-program yang dialokasikan untuk pengembangan sapi potong di daerah ini seperti penyebaran sapi pemerintah pada kelompok tani, Intensifikasi kawin alam, Inseminasi Buatan, penanggulangan penyakit, pengembangan agribisnis sapi potong dan pendampingan kegiatan pemerintah pusat seperti LM3, bansos dll.

Pelaksanaan kegiatan Apresiasi dan Bimlap PSDS ini terlaksana atas kerjasama yang baik antara BPTP Kalimantan Tengah dengan Distanak Kabupaten/Kota dan BPP yang ada didaerah.


Materi apresiasi terdiri dari; (1). inovasi teknologi (teknis) yaitu strategi pemilihan bibit dan bakalan sapi potong, manajemen perkawinan dan pembibitan sapi potong, penanganan kesehatan ternak dan gangguan reproduksi pada sapi, perbaikan manajemen pemeliharaan sapi potong berbasis kandang standard dan teknologi ransum gizi seimbang serta strategi pakan murah untuk pengembangan sapi potong.(2). Inovasi kelembagaan terdiri dari Kebijakan Pengembangan Sapi Potong dalam Mendukung Program Swasembada Daging Sapi di Kalimantan Tengah dan Kelembagaan, permodalan dan Strategi pemasaran dalam agribisnis sapi potong. Materi ini desesuikan dengan kebutuhan dan permasalahan yang ada pada peternak dan potensi sumberdaya yang dimiliki daerah.

Kegiatan apresiasi ini dipandu oleh narasumber dari Distanak Kabupaten/Kota dan Peneliti/penyuluh dari BPTP Kalimantan Tengah dengan mekanisme ceramah, diskusi dan latihan (praktek).

Pelaksanaan Apresiasi dan Bimbingan Lapang PSDS di Kabupaten Pulang Pisau

Kegiatan Apresiasi dan bimbingan lapang di Kabupaten Pulang Pisau ini dilaksanakan selama dua hari (15-16 Nopember) di Aula pertemuan BPP Maliku. Peserta kegiatan sebanyak 30 orang, terdiri dari 9 orang penyuluh pendamping dan 21 orang pengurus kelompok tani/ Gapoktan dan pengurus LM3. Acara yang dihadiri oleh Camat Maliku dan kepala Desa Pangkoh ini dibuka oleh bapak camat Maliku dan dilanjutkan dengan arahan dan penyampaian materi dari Bpk. drh. Taufik, mewakili kepala Distanak Kabupaten Pulang Pisau.

Kegiatan apresiasi ini sudah terlaksana dengan cukup sukses dan diikuti dengan serius dan penuh antusias oleh peserta. Dari diskusi diketahui bahwa kualitas SDM masyarakat peternak di Kabupaten Maliku masih rendah, dan belum ada keinginan yang kuat dari peternak untuk merubah pola pemeliharaan sapi kearah yang lebih baik dan berorientasi agribisnis, untuk itu melalui kegiatan ini diharapkan peserta dapat memberikan masukan dan bimbingan kepada peternak binaannya sesuai dengan apa yang telah diperoleh pada kegiatan ini.





Strategi ransum murah gizi seimbang dengan pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan mendapat perhatian yang cukup serius dari peserta mengingat bahan pakan limbah di lokasi usaha cukup banyak tersedia seperti limbah kopi, singkong, jagung, kedele, kacang tanah dll.










Pelaksanaan Apresiasi dan Bimbingan Lapang PSDS di Kabupaten Kotawaringin Timur

Kegiatan apresiasi dan bimbingan lapang di Kabupaten Kotawaringin Timur ini dilaksanakan selama dua hari (18-19 Nopember) di Aula pertemuan BPP Bagendang. Peserta kegiatan sebanyak 30 orang, terdiri dari 19 orang penyuluh pendamping/ petugas teknhnis dan 11 orang pengurus kelompok tani/ Gapoktan dan pengurus LM3.

Acara yang dibuka oleh bapak GT. Ahirin mewakili kepala Distanak Kabupaten Kotawaringin Timur yang sekaligus memberikan arahan dan penyampaian materi tentang arah kebijakan dan program Distanak Kotawaringin Timur dalam mendukung Swasembada Daging Sapi di Kalimantan Tengah.

Dari diskusi diketahui bahwa pola pemeliharaan sapi di Kabupaten Kotawaringin Timur masih bersifat ekstensif dan kalaupun ada perbaikan pola pemeliharaan masih bersifat parsial, selain itu pola pemeliharaan masih belum sesuai dengan tujuan pemeliharaan sehingga produktivitas belum maksimal. Untuk itu melalui kegiatan ini diharapkan peserta dapat memberikan masukan dan bimbingan kepada peternak binaannya sesuai dengan apa yang telah diperoleh pada kegiatan ini. Strategi ransum murah gizi seimbang dengan pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan mendapat perhatian yang cukup serius dari peserta mengingat bahan pakan limbah di lokasi usaha cukup banyak tersedia seperti limbah sawit, singkong, jagung, kedele, kacang tanah, dan bungkil kelapa dll.

Pola pemeliharaan sapi di lokasi pengamatan belum terarah, sehingga system pemeliharaan yang dilaksanakan belum sesuai dengan tujuan pemeliharaan yang diingankan. Contoh kasus banyak peternak yang memelihara induk sapi untuk bibit dengan pola pemeliharaan intensif di kandang seperti layaknya penggemukan tanpa ada perlakuan dan ruang exercises untuk induk, kondisi ini rawan terhadap penyakit dan kelumpuhan pada induk serta gangguan reproduksi, sebaliknya ada usaha penggemukan yang dipelihara layaknya usaha pembibitan, sehingga tujuan penggemukan untuk menumupuk daging malah tidak tercapai akibat sapi dilepas liar di padang pengembalaan.

Pemahaman peternak tentang agribisnis sapi potong masih belum memadai sehingga kontibusi masing-masing subsistem agribisnis masih belum teraplikasi secara optimal.

Pelaksanaan Apresiasi dan Bimbingan Lapang PSDS di Kota Palangka Raya

Kegiatan apresiasi dan bimbingan lapang di Kota Palangka Raya ini dilaksanakan selama dua hari (22-23 Nopember) di Aula pertemuan BPPPK Kalampangan, Kecamatan sebangau..

Peserta kegiatan sebanyak 30 orang, terdiri dari 19 orang penyuluh pendamping dan 11 orang pengurus kelompok tani/ Gapoktan dan pengurus LM3.


Acara dibuka oleh bapak Berita Jaya mewakili kepala Distanak Kota Palangka Raya yang sekaligus memberikan materi dan arahan tentang program dan kegiatan Distanak Kota Palangka Raya dalam Mendukung peningkatan produksi dan populasi sapi potong di Palangka Raya.




Dari diskusi diketahui bahwa permasalahan yang sering dihadapi oleh peternak di Kota palangka Raya adalah kasus penyakit, baik berupa penyakit infeksi maupun penyakit parasit, selain itu belum ada keinginan yang kuat dari peternak untuk merubah pola pemeliharaan sapi kearah yang lebih baik dan berorientasi agribisnis, untuk itu melalui kegiatan ini diharapkan peserta dapat memberikan masukan dan bimbingan kepada peternak binaannya sesuai dengan apa yang telah diperoleh pada kegiatan ini. Strategi penyusunan ransum murah bergizi seimbang dengan pemanfaatan bahan limbah pertanian dan perkebunan masih dianggap asing dan sulit diaplikasikan oleh peserta, karena mereka lebih senang dengan formula yang telah jadi dan instant, padahal formulasi ransum yang sesuai antara daerah akan berbeda satu sama lain tergantung jenis bahan pakan yang tersedia di lokasi usaha dan komposisi harga.


Merobah pemahaman dan pola pikir peternak memang tidak bisa dipaksakan dan dilakukan dengan cepat, sehingga aplikasi teknologi ransum gizi seimbang berbasis LEISA masih membutuhkan waktu yang lama untuk bisa diadopsi dengan sempurna, namun yang terpenting adalah peternak telah diberikan pemahaman dan pengetahuan bahwa kebutuhan ternak sapi itu berbeda-beda satu sama lain sesuai dengan status fisiologisnya, dan berdasarkan analisa dilapangan diketahui bahwa kebutuhan gizi sapi yang mereka berikan setiap harinya baru mampu memenuhi kebutuhan hidup pokok saja sehingga produktivitasnya masih rendah.

Potensi sumberdaya lokal yang cukup melimpah dilokasi merupakan suatu asset yang potensial untuk dimanage dengan professional oleh peternak sebagai manager usaha tani apalagi dengan dukungan kelembagaan yang kuat diharapkan semua potensi yang ada mampu disinergikan menjadi suatu kekuatan untuk membentuk agribisnis sapi potong yang menguntungkan.

Adanya kegiatan apresiasi dan bimbingan lapang PSDS ini, setidaknya mampu membuka cakrawala peternak tentang perlunya manajemen usaha sapi potong yang terarah sesuai dengan tujuan usaha, pentingnya pemanfaatan potensi sumberdaya lokal yang ada di lokasi usaha, serta memberikan jawaban atas permasalahan rendahnya produktivitas sapi potong yang mereka usahakan selama ini. Beternak sapi memang usaha yang mudah, tapi jika sudah berbicara bisnis semuanya harus dipertimbangkan dan dikelola secara professional.