JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pertanian


Rekomendasi Varietas Unggul Baru (VUB) Padi di Kalimantan Tengah

Keberhasilan swasembada dan swasembada berkelanjutan sebagai salah satu target sukses Kementerian Pertanian 2010-2014, akan dapat diwujudkan melalui penciptaan dan ketersediaan teknologi perbenihan VUB. Tersedianya benih VUB berkualitas tidak terlepas dari peran Badan Litbang Pertanian dalam menciptakan dan mengembangkan benih unggul. Selama empat dekade terakhir, tidak kurang telah dihasilkan 200 varietas padi unggul yang telah diadopsi dan ditanam pada hampir 90% lahan sawah di Indonesia.

Berdasarkan Atlas sebaran Varietas Unggul Padi Badan Litbang tahun 2012 diketahui bahwa sampai saat ini terdapat 68 varietas unggul padai Badan Litbang yang eksis di lapangan.Hal ini menunjukkan eksistensi varietas unggul padi pada wilayah tersebut sangat berkait dengan kesesuaian agroeksosistem wilayah dimana VUB tersebut berkembang dan diterimanya VUB sesuai dengan adat dan budaya masyarakat setempat.Untuk selanjutnya arahan tersebut dapat dijadikan dasar upaya pengembangan dan penyebarluasan VUB baru yang lebih efektif dan efesien.

Pengembangan Sistem Usahatani Komoditas (Padi - Jeruk) Berbasis Agribisnis Di Lahan Pasang Surut PLG Sejuta Hektar

Potensi lahan pasang surut kawasan PLG untuk pengembangan tanaman pangan, sayuran dan buah-buahan mencapai 623.000 ha atau sekitar 60% luas wilayah kawasan PLG. Akan tetapi pendapatan petani di wilayah ini masih tergolong rendah antaranya dikarenakan (a) belum maksimalnya model sistim usahatani yang diterapkan petani, dan (b) kurangnya dukungan kelembagaan usahatani. Pendapatan petani dapat ditingkatkan melalui introduksi komoditas unggulan, optimalisasi pemanfaatan lahan, dan penumbuhan kelembagaan serta peningkatan kualitas SDM petani. Pengembangan sistem usahatani komoditas (padi-jeruk) berbasis agribisnis di lahan pasang surut PLG dilaksanakan di Desa Petak Batuah (Dadahup A-2), Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Kegiatan pengkajian dilaksanakan dalam 2 (dua) tahapan, yaitu dari tahun 2005-2007. Baca selengkapnya (.pdf)