JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Peternakan


Kegiatan penggemukan sapi potong dilakukan di dekat pabrik artinya didekatkan pada sumber pakan tambahan ternak (konsentrat) yang ketersediaannya melimpah dan kontinyu, sehingga bisa menekan input produksi atau dengan pendekatan low external input sustainable agriculture (LEISA). Solid sawit dan limbah cair dari PKS bisa langsung diambil dan dimanfaatkan untuk memupuk rumput yang dikembangkan di dekat kegiatan peternakan, selain dari kotoran ternak yang dihasilkan. Solid sawit yang digunakan sebagai pakan tambahan ternak adalah berupa limbah sehingga kalau dinilai dengan harga sangatlah murah, ketersediaannya melimpah, kontinyu dan dengan kandungan nutrisinya yang berpotensi sebagai pakan konsentrat yang terdiri dari protein kasar: 12,63-17,41%; lemak kasar: 7,12-15,15%; serat kasar: 9,98-25,79%; energy: 3.217-3.454 kkal; kalsium (Ca): 0,03-0,78% dan fosfor (P): 0,58%. Baca selengkapnya (.pdf)
Salah satu upaya pemenuhan kebutuhan daging di KalimantanTengah adalah dengan cara meningkatkan produktivitas ternak sapi potong melalui penggemukan sistem kereman menggunakan sapi Bali jantan umur 1,5-2 tahun.  Ternak diberi pakan hijauan rumput lokal dan King grass (1:1) sebanyak 10% BB (kg) dan pakan konsentrat dedak padi sebanyak 1 kg/ekor, serta bioplus satu kali pada awal penggemukan sebanyak 1 dosis (0.5 kg) per ekor.  Penanggulangan penyakit dilakukan dengan pemberian obat cacing, antibiotik dan vitamin-vitamin, perbaikan sanitasi, penyediaan bakalan berkualitas dan hijauan makanan ternak (HMT).
 
Pertambahan bobot badan harian (PBBH) pada sapi penggemukan mengalami peningkatan dari 0,349 kg/ekor/hari (pola petani) menjadi 0,701 kg/ekor/hari (teknologi introduksi), dengan nilai MCBR=3,43 dengan kata lain teknologi tersebut layak diadopsi. Hasil perbaikan pakan dan kesehatan pada induk bunting menunjukkan peningkatan bobot lahir anak dari 15,8 kg (pola petani) menjadi 20,7 kg (teknologi introduksi) dengan penampilan lebih menarik, serta memperpendek calving internal (jarak kawin) pada induk dari 612 bulan menjadi 1-2 bulan setelah melahirkan. Produksi King grass pada umur 2 bulan rata-rata 16 kg/m2, sehingga dengan pemotongan secara rotasi seluas 4,8 m2/hari dapat memenuhi kebutuhan pakan sapi sebanyak 5 ekor/petani secara berkesinambungan. 
 
Berdasarkan curahan waktu dan jumlah tenaga kerja didapatkan bahwa skala usaha penggemukan yang layak adalah 4-5 ekor per petani.