JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Umum


Lahan irigasi di Kalimantan tengah masih belum optimal dimanfaatkan.  Salah satu upaya adalah penerapan sistem usahatani terpadu dengan menggunakan dan mengintegrasikan beberapa komoditas yakni: tanaman pangan, ternak dan ikan dalam.
 
Diversifikasi usahatani tersebut saling menguntungkan karena karena ketiga komponen usahatani tersebut saling bersinergi sehingga dapat meningkatkan pendapatan. Ikan yang diusahakan secara mina padi menghasilkan sisa pakan dan kotoran yang berfungsi sebagai pupuk organik, sedangkan fitoplankon dari pupuk organik kotoran sapi sebagai pakan ikan, sementara jerami padi digunakan sebagai pakan ternak.
 
Hasil pengkajian BPTP Kalimantan Tengah yang dilakukan di Kabupaten Barito Utara menunjukkan rata-rata produksi padi meningkat dari 2,03 ton/ha (pola petani) menjadi 3,43 ton/ha (teknologi introduksi). Keuntungan dari hasil pemeliharaan sapi selama 3 bulan meningkat dari Rp. 468.000,- menjadi Rp. 758.000,- dan pemeliharaan ikan Nila Gift dengan kepadatan 5.000 ekor/ha selama 50 hari telah memberikan kontribusi keuntungan sebesar Rp. 1.680.750,-.  Total keuntungan dari sistem usahatani padi-sapi-ikan di lahan irigasi (Rp. 3.252.750,-) lebih tinggi dibandingkan dengan pola petani (Rp. 1.463.500,-) dengan nilai MCBR=2,5. Dengan kata lain teknologi ini layak diadopsi.
Prov. Kalimantan Tengah dengan luas wilayah 15.380.000 ha (7,93% dari luas Indonesia) memiliki beragam ekosistem, banyak menyimpan keanekaragaman hayati (biodiversity), seperti anggrek, buah-buahan dan tanaman obat. Sentra komoditas anggrek terdapat di Kabupaten Barito Selatan, tanaman buah spesifik di Kabupaten Barito Selatan dan Barito Timur dan sentra tanaman obat di Kabupaten Kotawaringin Timur, Barito Selatan dan Barito Utara.
 
Sumberdaya genetik komoditas spesifik seperti tanaman anggrek, tanaman obat-obatan dan buah-buahan telah dikoleksi secara ex-situ oleh BPTP Kalimantan Tegah sebagai hasil kegiatan eksplorasi dan karakterisasi.  Sumberdaya genetik tersebut dikarakterisasi sifat-sifat agronominya dan karakter morfologinya.  Beberapa tanaman obat-obatan yang berpotensi untuk dimanfaatka, yaitu jarak merah, ujung atap, temu putih, kumis kucing merah, kumis kucing putih, taya, penawar sampai, meniran, beluntas, sambung urat, tapak dara, daun sawang, mayama dewa, karamunting padang, karamunting kodok, tawas Ut, sembung, daun surap, penawar bisa, cocor bebek, jariangau, simpur, penawar seribu, bawang hantu dan pasak bumi.