JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Taman Teknologi Pertanian (TTP)


Pemerintah melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional mengagendakan untuk membangun Taman Sains (TS) di 34 provinsi dan Taman Teknologi (TT) di 100 kabupaten dalam waktu 5 tahun yang dituangkan dalam program quick win.  Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Litbang Pertanian mendapat tugas untuk membangun 5 (lima) Taman Sains Pertanian (TSP) di area Kebun Percobaan milik Badan Litbang dan 16 Taman Teknologi Pertanian (TTP) di tingkat kabupaten/kota.  Pada tahun 2015 provinsi Kalimantan Tengah termasuk dalam Renstra Kementerian Pertanian yang mendapatkan alokasi pembangunan Taman Teknologi Pertanian (TTP), yaitu di desa Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya.

Sesuai dengan dokumen dalam RPJM 2014 - 2019, maka pembangunan TTP diarahkan berfungsi sebagai (1) pusat penerapan teknologi di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan  pengolahan hasil (pasca panen) yang telah dikaji oleh lembaga penelitian, swasta,  perguruan tinggi untuk diterapkan dalam skala ekonomi; dan (2) tempat pelatihan, pemagangan, pusat diseminasi teknologi, dan pusat advokasi bisnis ke masyarakat luas.

Misi pengembangan TTP adalah untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan yang ditandai dengan terjaminnya kesehatan, pendidikan, budaya, agama, dan lingkungan.  Sedangkan strategi yang digunakan dalam TTP adalah pengembangan komunitas secara terintegrasi (integrated community development) dengan mensinergikan antara alam, masyarakat, dan inovasi, mengimplementasikan sistem peranian terpadu (integrated farming system).  Sedangkan dalam percepatan proses penerapan, adopsi, dan masalisasi serta peningkatan nilai tambah inovasi, melibatkan empat komponen pelaku pembangunan pertanian yaitu kelompok akademisi (Academician), swasta (Bussiness),  komunitas (Community), dan pemerintah (Government) dengan perannya masing-masing yang ebih dikenal dengan nama “Quatro Helix”.

Tujuan Pembangunan Taman Teknologi Pertanian (TTP)

  1. Membangun model percontohan pertanian terpadu yang mengintegrasikan hulu hilir pertanian, peternakan, dan perikanan.
  2. Membangun sarana penerapan atau diseminasi hasil iptek dan inovasi pertanian tanaman pangan,hortikultura dan perkebunan, peternakan, perikanan dan pengolahan hasil (primer-lanjut) untuk diterapkan dalam skala ekonomi di masyarakat.
  3. Meningkatkan kualitas technopreneurship sumberdaya manusia, terampil dan mandiri dibidang agroteknologi dan agribisnis.
  4. Mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Tahapan Pengembangan Taman Teknologi Pertanian (TTP)

  1. Kajian untuk penetapan Lokasi dan Core Business (PRA /Baseline Survey, AEZ spesifik lokasi; komoditas dominan dengan produktivitas tinggi; berdampak luas dalam pemenuhan kebutuhan lokal logistik manfaat ekonomi; Infrastruktur, sarpras produksi; Konektivitas output sebagai input core Business yang lain (integrasi  output  input)
  2. Penyusunan Business Plan (Kapasitas Produksi skala ekonomi;  Production line lay-outing; Pembiayaan; Destinasi Pasar; Penyediaan logistik; Manfaat eknonomi al. R/C ratio, ROI dll)
  3. Action Plan Roadmap berprinsip growing & continous improvement (Penetapan tahapan persiapan sampai implementasi lapangan; Tahapan Pengembangan produk turunan termasuk re-inovasi ; Proses distribusi ; Kelembagaan pendukung (Quatro Helix)