JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kekayaan Plasma Nutfah Tanaman Buah Dari Hutan Kalimantan

PALANGKA RAYA -Tidak banyak yang mengetahui bahwa tanaman buah lokal Kalimantan Tengah yang berasal dari hutan, sangat banyak jenisnya.  Demikian juga dengan rasa dan kandungan dari buah-buahan tersebut.

Selama ini buah identik dengan rasa manis dan asam. Namun buah dari hutan Kalimantan tidak hanya memiliki rasa,  jenis, warna, dan bentuk, tetapi kegunaannyapun berbeda pula.

Seperti biasa setiap musim buah tiba antara bulan Januari -Maret, sudut dan jalan-jalan di kota Palangka Raya dibanjiri berbagai jenis buah lokal. Tidak kurang dari 20 jenis buah lokal tersebut dapat kita temukan. Di sinilah kesempatan masyarakat menemukan buah-buah asli tanpa harus ekspedisi dan ekplorasi ke hutan.

Saat ini sayapun turut mengamati dan membeli beberapa jenis buah yang dijajakan. Ternyata saya sudah mengumpulkan dan membeli banyak jenis. Dari marga durian saya menemukan apa yang dinamakan Leko, Taitungen, Karantungan (jenis2 durian berduri panjang dan berukuran kecil dan warna kulit sangat hijau), Layung (jenis durian yg bentuk buahnya memanjang), Papaken dan Lahung (jenis durian yang berwarna khas baik kulit maupun daging buahnya, Papaken berwarna kulit kuning dan daging buah kuning menyala, dan Lahung kulitnya burwarna merah dan dagingnya kuning).

Demikian juga dengan marga rambutan, saya menemukan  Maritam (jenis rambutan berkulit tebal dan agak keras bulunya serta berwarna kehitaman, Siwau dan Untit (jenis rambutan tanpa bulu yang berukuran kecil), Mata Kucing dan Tangkuhis (serupa lengkeng namun berkulit kasar), dan Pitanak (jenis Matoa dari Kalimantan dan serupa dengan Leci).

Ada juga marga Mangga, seperti Kasturi, asam putaran, asam tungku, Wanyi atau binjai asam dan binjai madu.

Tidak ketinggalan manggis dan buah serupanya yaitu kapul kuning, kapul putih, dan mundar.

Dari marga nangka-nangkaan, saya temukan Papuan (jenis nangka berukuran kecil, kulit berwarna orange tua dan isi buah berwarna merah), Keledang (kulit berwarna hijau dan buah berwana putih), ada juga Tarap, Sukun, dan Kundur.

Selain buah-buah di atas, saya juga menemukan buah yang sangat Langka yang dinamakan Karamu, buah ini ternyata tidak serta merta dapat dimakan seperti buah lainnya, namun harus dimasak dahulu. Awalnya saya tidak tahu mengapa, dari literatur ternyata untuk melunakan bagian daging buah yang akan dikonsumsi. Rasanyapun tidak seperti buah lainnya yang manis atau asam, namun seperti ubi kayu atau ubi jalar. Lanjut susur, ternyata biji yang ada di bagian dalam buah Karamu banyak mengandung minyak nabati yang bagus.

Buah Rambai, yang umumnya digunakan sebagai indikator berakhirnya musim buah, belum ada saya temukan. Memang ini lagi puncak musim buah. (Dr. Susi)