Mengenal Bunga Telang, Si Biru Dengan Beragam Manfaat

Ditulis oleh Astri Anto Hits: 37550

Bunga telang, bunga berwarna biru yang biasa merambat di pagar rumah untuk menghias dan mempercantik pekarangan, ternyata memiliki sejuta manfaat buat kesehatan manusia.

Bunga telang dalam bahasa inggris disebut sebagai Butterfly pea, karena bentuknya yang menyerupai kupu-kupu memiliki nama latin Clitoria ternatea. Bunga ini diyakini berasal dari Amerika Selatan bagian tengah yang menyebar ke daerah tropik sejak abad 19, terutama ke Asia Tenggara termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri beragam nama untuk penyebutan bunga telang. Di daerah Sumatera disebut bunga biru, bunga kelentit, bunga telang; sedangkan di Jawa disebut kembang teleng atau menteleng. Di Betawi/Jakarta disebut dengan teleng. Sedangkan di daerah Sulawesi disebut bunga talang, taman lareng, dan di Maluku disebut bisi, atau seyamagulele.

Bunga telang merupakan tanaman perdu yang dapat tumbuh dan hidup bertahun-tahun (perennial), tingginya dapat mencapai 5 meter, berambut halus, dan bagian pangkal berkayu. Daunnya majemuk menyirip trifoleat (seperti daun kacang-kacangan pada umumnya), bunganya tunggal seperti kupu-kupu yang keluar dari ketiak daun, warna bungannya biru terang dengan warna putih kekuningan di bagian tengah, tetapi ada juga bunga yang berwarna putih. Bunga telang juga memiliki polong dengan biji yang berbentuk seperti ginjal pipih.

Adapun secara lengkap taksonomi untuk bunga telang adalah sebagai berikut:

Kingdom          : Plantae

Divisi               : Tracheophyta

Infrodivisi         : Angiospermae

Kelas               : Mangnoliopsida

Ordo                : Fabales

Familia            : Fabacea

Genus             : Clitoria L

Spesies           : Clitoria ternatea

Jenis bunga telang yang paling banyak terdapat di Indonesia adalah bunga telang yang berwarna biru. Bunga telang termasuk dalam bunga sempurna atau bunga lengkap karena memiliki benang sari (alat kelamin jantan) dan putik (alat kelamin betina) dalam satu bunga dan terbentuk pada ketiak daun yang memiliki tangkai silindris serta panjangnya kurang lebih 1,5 cm. Sedangkan, daun bunga telang termasuk daun tidak lengkap karena tidak memiliki upih daun, hanya memiliki tangkai daun (petiolus) dan helai daun (lamina). Daun kecil dan berpasangan dangan 2-4 pasang daun setiap lembarannya. Bagian akar pada tumbuhan bunga telang termasuk akar tunggang dan warnanya putih kecoklatan. Buah berbentuk polong, panjang 7-14cm, bertangkai pendek, buah yang masih muda berwarna hijau setelah tua berubah warna menjadi hitam Biji bunga telang terdapat dalam buah yang berbentuk seperti ginjal, pada saat masih muda berwarna hijau, setelah tua bijinya berwarna hitam.

Bunga telang sebagai pewarna makanan

Bunga telang ini oleh masyarakat digunakan sebagai pewarna alami makanan dan minuman. Di negara Malaysia, ekstrak bunganya digunakan untuk mewarnai nasi kerabu, sejenis nasi uduk yang berwarna biru dan juga ketan yang biasa disebut pulut tekan atau pulut tai. Sedangkan di Thailand digunakan sebagai pewarna minuman dengan nama Nam Dok Anchan, biasanya disajikan dengan perasan jeruk lemon. Sedangkan di India sekitar daerah Kerala, dan di negara Filipina, bunga telang ini dikonsumsi sebagai sayuran. Penggunaan bunga telang sebagai pewarna makanan dan minuman ini dikarenakan kandungan senyawa antosianin jenis delphinidin glikosida yang terdapat pada bunga telang yang berwarna biru. Antosianin adalah zat warna alami yang bersifat sebagai antioksidan yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan. Di beberapa tempat di Indonesia bunga telang digunakan sebagai pewarna alami untuk nasi, kue, es lilin, cendol dan pewarna minuman.

Seperti halnya pada momentum lebaran atau idul fitri, biasanya ibu-ibu di kampung memanfaatkan warna bunga telang sebagai pewarna makanan untuk membuat kue dan minuman lebaran yang akan disuguhkan kepada para tamu yang bersilaturahmi. Berbagai kudapan atau hidangan Idul fitri dapat memanfaatkan warna ungu bunga telang sebagai campuran pewarna baik untuk kue maupun minuman. Teh bunga telang, begitulah biasanya masyarakat menyebutnya. Cara pembuatan teh bunga telang cukup sederhana. Cukup menyeduh 2-3 bunga telang untuk satu gelas air mendidih. Kemudian diaduk dan dikarenakan rasanya hambar, maka perlu ditambahkan gula untuk menambahkan rasa manis sesuai dengan selera. Adapun kondisi bunga telang yang dapat dijadikan teh telang ini bisa berasal dari bunga telang yang masih segar ataupun bunga telang yang sudah kering. Semakin banyak bunga yang dilarutkan ke dalam air akan semakin biru warna air dalam gelas tersebut. Variasi warna dapat pula diperoleh dengan menambahkan perasan jeruk lemon ataupun jeruk nipis kedalam larutan teh bunga telang tersebut, maka warnanya akan berubah menjadi lebih keungunan. Selain itu bisa pula ditambahkan susu cair maupun dan es batu apabila menginginkan minuman yang lebih dingin.

Selain untuk minuman,bunga telang juga dipergunakan untuk membuat warna biru pada kue bolu, apem, pulut, wajik, nagasari, martabak, puding bahkan stick telang. Selain itu dapat pula memberikan warna biru pada nasi yang diinginkan. Caranya adalah memasukkan air rebusan bunga telang kepada setiap adonan dan diaduk agar merata. Semakin banyak bunga telang yang direbus, makan warna yang diperoleh akan semakin pekat. Warna bunga telang ini tidak akan mempengaruhi rasa pada kue, hanya akan merubah warnanya saja. Sehingga tingkat kemanisan kue dapat diatur dari pemberian gula pada adonan dan tingkat kepekatan warna dapat diatur dari banyak sedikitnya bunga telang yang direbus.

Kandungan bahan kimia bunga telang

Tidak hanya untuk mempercantik pekarangan dan sebagai pewarna makanan, ternyata bunga telang sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia. Dilihat dari tinjauan fitokimia, bunga telang memiliki sejumlah bahan aktif yang memiliki potensi farmakologi. Potensi farmakologi bunga telang antara lain adalah sebagai antioksidan, antibakteri, anti inflamasi dan analgesik, antiparasit dan antisida, antidiabetes, antikanker, antihistamin, immunomodulator, obat diabetes, menyembuhkan radang pada mata, pengobatan mata, anti-depresant, kesehatan hati dan potensi berperan dalam susunan syaraf pusat, Central Nervous System (CNS). Kandungan fitokimia bunga telang yaitu tanin, flobatanin, karbohidrat, saponin, triterpenoid, fenolmfavanoid, flavanol glikosida, protein, alkaloid, antrakuinon, antisianin, stigmasit 4-ena-3,6 dion, minyak volatil dan steroid. Komposisi asam lemak meliputi asam palmitat, stearat, oleat lonoleat, dan linolenat. Biji bunga telang juga mengandung asam sinamat, finotin dan beta sitosterol. Sedangkan biji bunga telang juga mengandung asam sinamat, finotin dan beta sitosterol.  Di negara India, pada metode pengobatan ayurveda, akar kembang telang lebih sering digunakan secara luas. Akarnya ini memiliki rasa yang pahit, tapi dapat memberikan efek dingin, pencahar, tonik, dan biasanya digunakan untuk pengobatan dementia, bronkitis, TBC paru, asma, peradangan, demam, dan rasa terbakar.

Berikut disampaikan kandungan kimia yang terdapat pada mahkota bunga telang: 

Senyawa

Konsentrasi (mmol/mg bunga)

Flavonoid

Antosianin

Flavonol glikosida

Kaempferol glikosida

Quersetin glikosida

Mirisetin glikosida

20,07 ± 0,55

5,40 ± 0,23

14,66 ± 0,33

12,71 ± 0,46

1,92 ± 0,12

0,04 ± 0,01

Sumber : Kazuma, 2003

Selain untuk kesehatan manusia, ternyata batang dan daun bunga telang ini baik untuk hewan ternak. Hal ini dikemukan dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh Endang Sutedi, peneliti dari Balai Penelitian Ternak Bogor yang menyimpulkan bahwa bunga telang dapat berpotensi sebagai sumber protein dan energi untuk ternak jenis ruminansia karena tanaman bunga telang mengandung mengandung protein berkisar 21-29%, energi kasar 18,6 MJ/kg, kecernaan bahan organik 69,7%, kecernaan energi 66,6% dan energi termetabolis pada ruminan 12,4 MJ/kg. Sedangkan kandungan protein kasar, lemak kasar dan gula pada biji masing masing adalah 25-38, 10 dan 5%. Sehingga tanaman ini berpotensi sebagai sumber protein dan energi untuk ternak ruminansia. Tanaman kembang telang dapat diberikan ke ternak berupa hijauan segar, hay ataupun campuran di dalam konsentrat.

Bagaimana bunga telang dibudidayakan?

Cara menanam bunga telang dapat dilakukan dengan metode termudah, yaitu dengan menabur biji. Biji disemai atau langsung disebar ke lahan yang akan digunakan untuk pertanaman bunga telang. Dalam proses pertumbuhan ini sebaiknya menjaga tanah agar jangan sampai kekeringan. Sekitar 5 hari akan muncul perkecambahan. Bunga telang ini cepat sekali tumbuh. Asalkan rajin untuk menyiraminya. Bunga telang dapat beradaptasi dengan baik pada kisaran tanah berpasir maupun tanah liat, tahan terhadap kekeringan, salinitas dan mampu berkompetisi dengan baik terhadap gulma. Selain sebagi tanaman hias, bunga telang dapat juga digunakan sebagai tanaman penyubur dan penutup tanah dimana dapat menutup tanah dengan baik pada umur 4 – 6 minggu setelah tanam. Bunga telang merupakan tanaman leguminosa yang berasal dari suku polong-polongan (Fabiaceae), dimana cirinya adalah punya bintil akar yang dapat menyuburkan tanah. Bintil akar mengandung bakteri rhizobium yang dapat mengikat nitrogen bebas di udara, lalu melepasnya ke tanah, sehingga tanah tersebut dapat mengandung nitrogen dan menjadi subur. Bunga telang dapat menghasilkan biji pada umur 110-150 hari.hasil dari biji bunga telang bervariasi tergantung pada musim, apabila musim kemarau akan menghasilkan produksi biji yang lebih tinggi dibandingkan dengan musim penghujan. Pertumbuhan bunga telang terbaik di bawah sinar matahari penuh. Habitat bunga telang adalah tumbuhan tropika dataran rendah lembab dan agak lembab. Bunga telang juga dapat ditanam di pot atau di polybag, sehingga bisa dikembangkan baik diperdesaan yang mempunyai lahan luas mapun di perkotaan yang mempunyai lahan sempit.

Melihat kondisi Indonesia sebagai negara tropis ternyata cocok untuk dilakukan budidaya bunga telang. Selain berfungsi sebagai penghias pekarangan, bermanfaat untuk kesehatan, pewarna alami, tanaman bunga telang dapat digunakan juga sebagai pakan ternak. Dimana hasil kotoran ternak dapat dimanfaatkan juga sebagai pupuk organik bagi pertumbuhan tanaman bunga telang. Hasil bunga telang dapat juga dijual yang tentunya dapat menambah pundi-pundi keuangan bagi masyarakat. Suatu integrasi sederhana yang dapat dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia. Dengan beragam manfaat yang diperoleh dari tanaman bunga telang, sudah selayaknya kita menanam si biru ini di pekarangan rumah kita.

 

Penulis:

Astri Anto

Penyuluh Pertanian BPTP Kalimantan Tengah

Jl. G. Obos Km 5 Palangka Raya

08125929831

 

Referensi

Budiasih, K.S. 2017. Kajian Potensi Farmakologis Bunga Telang (Clitoria ternatea). Di dalam: Sinergi Penelitian dan Pembelajaran untuk Mendukung Pengembangan Literasi Kimia pada Era Global. Prosiding Seminar Nasional Kimia. Ruang Seminar FMIPA UNY, 14 Oktober 2017.

Devina. 2018. Potensi Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Sebagai Sumber Antioksidan dan Pewarna Alami pada Es Krim. Skripsi Program Studi Biologi Universitas Atma Jaya. Yogyakarta.

Kazuma, Kohei;  Naonobu Noda dan Masahiko Suzuki. Malonylated flavonol glycosides from the petals of Clitoria ternatea. Phytochemistry. Volume 62, Issue 2, January 2003, Pages 229-237. https://doi.org/10.1016/S0031-9422(02)00486-7

Kazuma, Kohei;  Naonobu Noda dan Masahiko Suzuki. Flavonoid composition related to petal color in different lines of Clitoria ternatea.  Volume 64, Issue 6, November 2003, Pages 1133-1139.  https://doi.org/10.1016/S0031-9422(03)00504-1

Sutedi, Endang. 2013. Potensi Kembang Telang (Clitoria ternatea) Sebagai Tanaman Pakan Ternak. Balai Penelitian Ternak, PO Box 221, Bogor 16002. WARTAZOA Vol. 23 No. 2 Th. 2013.

https://www.harapanrakyat.com/2020/02/manfaat-bunga-telang/  diunduh tanggal 6 April 2020.

https://www.sehatq.com/artikel/7-manfaat-bunga-telang-si-cantik-yang-menyehatkan/ Diunduh tanggal 6 April 2020.