JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Produksi Durian Capai 1.000 Butir per Pohon Saat Panen Raya di Kecamatan Katingan Hulu

Kearifan lokal dan Keragaman Buah Durian

Warga Katingan Hulu menunjukkan buah Durian Ranjung dengan latar belakang pohon durian Ranjung dengan garis tengah batang 96 cm dan tinggi pohon 30 m, ditanam pada tahun 1953.Buah durian Kasongan merupakan buah durian yang terkenal di Kalimantan Tengah.  Nama Kasongan diambil dari nama tempat Ibukota Kabupaten Katingan, dimana banyak penggemar durian dapat menikmati durian-durian yang banyak dijajakan di pinggir jalan raya.   Keberadaan durian Kasongan juga disuplai dari Kecamatan lain di hulu sungai Katingan, salah satunya dari Kecamatan Katingan Hulu. Durian Kasongan terkenal disebabkan rasanya manis, masak pohon atau tanpa dikarbit, kemanisannya alami, dan harga terjangkau.

Masyarakat di Kecamatan Katingan Hulu  (01o10’03.11” LS dan 112o26’06.4” BT) yang beribukota di Kelurahan Tumbang Sanamang umumnya memilih biji durian sebagai calon untuk ditanam berasal dari buah durian yang memiliki ukuran besar, daging buah tebal, warna daging buah kekuningan, dan tekstur daging buah lembut.  Buah yang akan di tanam tersebut tergolong  masak pohon, yaitu buah durian yang jatuh dari pohonnya pada saat periode panen buah durian dari tanaman yang terpilih pada pertengahan hingga akhir panenan.  Umur pohon buah durian yang digunakan untuk biji yang akan ditanam minimal telah berumur 25 tahun.

Cara menanam biji durian terpilih ada dua macam, yaitu: 1) menanam biji tanpa daging buah, mereka percaya buah yang dihasilkan  tidak sama dengan induknya, 2) menanam biji beserta daging buah, mereka percaya buah yang  dihasilkan akan sama dengan induknya.

Biji ditanam dengan membuat lubang tanam sedalam sejengkal, setiap lubang tanam diisi 2-3 biji.  Setelah biji-biji tersebut tumbuh, tidak dilakukan penjarangan.  Hal tersebut terlihat bahwa pohon-pohon durian yang saat ini ada umumnya sangat rapat dan bergerombol.

Pemeliharaan biji durian yang sudah tumbuh hanya dibersihkan dari rumput yang tumbuh mengelilingi batang pohon durian setiap 2-3 bulan sekali selama 2 sampai 3 tahun. Tidak pernah dilakukan pemupukan, penyemprotan pestisida, pemangkasan, maupun penjarangan.

Masyarakat Katingan Hulu tidak membuat kebun durian secara khusus atau dengan cara teratur, namun mereka menanam durian pada lokasi-lokasi sepanjang tepi jalan setapak saat  mereka menuju ladang atau saat membuka perladangan baru.  Kondisi itu dapat dibuktikan bahwa kebun durian di Katingan Hulu umumnya terpencar.  Populasi kebun durian terbanyak umumnya terletak di tepi sungai, karena penduduk banyak melakukan aktivitas dan bermukim di tepi sungai.

Kebun durian yang relatif tua dan pemiliknya masih hidup ada di Bukit Tongkoi  yang memiliki populasi 10 batang milik Sagar (72 tahun).  Kebun durian yang mulai ditanami pada tahun 1959 tersebut mulai berbuah umur 15 tahun setelah tanam yaitu tahun 1974.  Selama periode  generatif  39 tahun, pemiliknya mengingat ada tujuh kali panen raya, hanya 2 kejadian panen raya durian di kebun Tongkoi yang diingat  jelas yaitu tahun 1987 dan tahun 2010.  Jumlah panen buah durian pada saat panen raya tersebut mencapai 800 – 1.000 butir per pohon.  Jika panen raya maka banyak buah tidak dapat di bawa pulang seluruhnya, 500 butir dapat dibawa pulang, 200-300 butir tidak terangkut meskipun buah durian  sudah jatuh ke tanah, dan 100-200 yang masih menempel di pohon.

Durian Ranjung, salah satu durian Kasongan yang terkenal dan bernilai ekonomis tinggi.

Jenis durian Krukup mudah dikenali karena bentuknya mungil seperti tangan setangkup, durian Grinsing mudah dikenali karena durinya runcing dan tajam, durian Ijang Bajang memiliki bentuk terpelintir seperti dagu rusak, durian Waluh karena bentuknya bulat seperti labu kuning, durian Belimbing memiliki sudut seperti buah belimbing, durian Ranjung memiliki bentuk buah yang besar.

 

 

 

 

 

 

Tabel 1.

Karakteristik Buah Durian Terkoleksi dari Kelurahan Tumbang Sanamang, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan

Nama Durian

Berat

(gr)

Panjang

(cm)

Keliling

(cm)

Warna daging buah

Ciri khas

Krakup

404

14

37

Putih

Kecil

Waluh

1.263

17

54

Putih

Bulat labu

Belimbing

3.100

24

62

Putih Kekuningan

Segilima

Ijang Bajang

874

23

45

Putih kekuningan

Terpilin

Grising

1.021

18

51

Putih kekuningan

Duri tajam

Ranjung

3.000

25

60

Putih

Besar

 

Pasca Panen Durian

Pengumpul buah durian di Kelurahan Tumbang Sanaman umumnya merupakan warga desa sendiri, sebanyak delapan orang.  Mulai tahun 2013 pengepul yang berasal dari luar warga desa mulai ada.

Buah durian yang dikumpulkan oleh pengumpul durian umumnya dijual ke Tumbang Samba ibukota Kecamatan Katingan Tengah, melalui sungai Katingan menggunakan kelotok. Setiap pengepul mampu mengirim durian ke Tumbang Samba sebanyak 2.000 butir per dua hari sekali selama musim buah durian selama tiga bulan.  Jumlah total buah durian  yang dikirimkan dari Tumbang Sanamang ke Tumbang Samba sebanyak 720.000 butir.  Harga buah durian di Tumbang Sanamang berkisar Rp.7.000/butir, setelah di Tumbang Samba Rp. 15.000/butir, sampai di Kasongan Rp 20.000/butir, sedangkan sampai di Palangka Raya mencapai Rp. 30.000/butir. Pengiriman dari Tumbang Samba ke Kasongan menggunakan mobil ataupun sepeda motor, sedangkan ke Palangka Raya menggunakan mobil.

Pengiriman durian dari Tumbang Sanamang ke Tumbang Samba menggunakan kelotok.Produk olahan buah durian agar memiliki nilai tambah lebih tinggi dan tahan disimpan lama yang umum dilakukan warga Tumbang Sanamang adalah dibuat tempoyak dan dodol durian.  Tempoyak merupakan daging buah durian yang difermentasi minimal tiga hari, campuran yang digunakan biasanya garam.  Tempoyak dapat disimpan hingga setahun, sedangkan harga tempoyak mencapai Rp. 25.000/kg.  Selain tempoyak, buah duriah juga dijadikan dodol durian. Pembuatan dodol masih tradisional hanya daging buah durian dicampur sedikit garam dan diaduk diatas bara api.  Pengadukan bahan dodol durian diatas bara api hingga dodol matang memakan waktu 5 jam.  Bahan pembuatan dodol sebanyak 70 butir durian dengan harga Rp. 7.000/butir menghasilkan 10 kg dodol, jika mengupah untuk mengaduk sebesar Rp. 15.000/kg dodol jadi.  Harga jual dodol durian oleh warga Tumbang Sanamang sebesar Rp. 100.000/kg. (Dr. A)