JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pentingnya Mineral Untuk Ternak

“ Awal saya bertugas disini saya kaget karena sering mendapati sapi yang patah tulang”, Kata Heri Nurcahyo, dokter hewan baru alumni Universitas Gajah Mada (UGM) , petugas pos kesehatan hewan  (poskeswan), di desa Gandang Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah”

Kejadian seperti diatas bisa jadi pernah dialami oleh peternak – peternak di Indonesia. Sebagai negara tropis,  Indonesia  mempunyai  curah hujan sepanjang tahun.  Hal  ini berakibat unsur hara yang di dalam tanah larut bersama air hujan. Larutnya unsur hara tanah membuat rumput – rumput untuk pakan ternak mengalami kekurangan mineral. Disamping itu peternak biasanya memberikan pakan berupa rumput dan limbah pertanian, yang sebagian besar mengandung energi dan protein. Kebutuhan mineral belum diperhatikan.

Mineral merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Para ahli mendefinisikan mineral  merupakan zat  homogen dengan komposisi kimia tertentu, mempunyai sifat – sifat tetap, dibentuk oleh proses  alam yang anorganik , serta  mempunyai susunan atom yang teratur.

Mineral yang dibutuhkan oleh ternak terdiri dari mineral makro (dibutuhkan dalam jumlah besar) dan  mineral mikro (dibutuhkan dalam jumlah sedikit). Mineral makro diperlukan untuk pembentukan organ di dalam tubuh.   Mineral mikro diperlukan dalam jumlah yang sangat sedikit dan umumnya terdapat dalam jaringan dengan konsentrasi sangat kecil. Mineral makro terdiri dari kalsium (Ca), Mangaan (Mg), Natrium (Na), serta kalium (K). Mineral mikro terdiri tembaga (Cu),  seng (Zn) dan besi (Fe).

Ternak yang mengalami kekurangan  mineral biasanya mempunyai tanda – tanda penurunan bobot  badan serta  produksi air susu pada hewan yang berlaktasi, kram pada urat daging, menjilat – jilat apa yang ada disekitarnya untuk mendapatkan garam, secara umum ternak, rambut kasar dan bisa mencapai kematian. Semakin tinggi produktivitas, semakin penting juga tingkat konsumsi mineralnya. Pada musim kemarau mineral seharusnya lebih banyak diberikan. Hal ini karena pada musim kemarau hijauan berhenti tumbuh, kehilangan warna hijau, berserat dan berlignin tinggi. Lignin merupakan komponen dinding sel tanaman yang diketahui sebagai faktor pembatas untuk mencerna polisakarida di dalam rumen. Pada musim kemarau  kualitas hijauan juga  menjadi rendah dan konsumsi ternak terhadap hijauan menurun. Rendahnya konsumsi ternak terhadap hijauan karena tingkat kesukaan (palatabilitas) menurun.

Gunakan Garam

Mineral untuk ternak  banyak dijual dipasaran dan biasanya dalam bentuk serbuk. Jika peternak kesulitan mendapatkan mineral untuk ternak, bisa digunakan garam. Cara pemberian mineral bisa dilakukan dengan mencampurkan dengan pakan atau air minum. Mineral untuk ternak diberikan dalam jumlah sedikit, kurang lebih 4 persen.  Mineral tidak boleh diberikan dalam jumlah berlebihan. Jika berlebihan justru akan mengakibatkan keracunan pada ternak.

Pemberian mineral yang cukup pada ternak diharapkan akan memberikan pengaruh yang besar pada ternak, seperti pertambahan bobot badan, meningkatkan efisiensi pakan, meningkatkan ketahanan terhadap penyakit dan stress, memperbaiki sistem reproduksi pada ternak sehingga ternak bisa bereproduksi sesuai potensial genetiknya, serta  meningkatnya karkas rendah lemah. Karkas bagian tubuh ternak yang terdiri dari daging, tulang dan lemak tanpa kepala, darah, keempat kaki bagian bawah, kulit, bulu dan organ dalam kecuali ginjal. Meningkatnya kesadaran akan pola hidup yang sehat  dan kesejahteraan masyarakat, konsumen  banyak  mencari daging dengan kualitas yang baik.

Pemberian mineral pada ternak diharapkan mampu meningkatkan  keuntungan ekonomi  pada peternak. Rasio benefit atau cost meningkat.  Produksi daging meningkat. Produksi daging yang terus meningkat, swasembada daging akan tercapai. Semoga.

Oleh : Harmini, SPt. Dimuat di Sinartani Edisi 19-25 Maret 2014 No. 3549 Tahun XLIV