JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jurung Lumbung Padi Unik Kabupaten Lamandau

Jurung.  Stepanus (55 th) berlatar belakang jurung di Desa Riam Panahan, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau. (24-9-2014)Ada hal yang berbeda saat memasuki Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah, terutama ketika menyusuri jalanan mulus di Kecamatan Lamandau maupun Delang. Nampak lumbung-lumbung padi berderet dengan bentuk khasnya menghiasi sebagian besar halaman rumah masyarakat.

Lumbung padi unik ini dikenal dengan sebutan jurung berciri khas dibangun dengan kaki penyangga setinggi kurang lebih 1,5 meter diatas tanah dan memiliki cincin papan yang digunakan mencegah tikus naik ke dalam lumbung yang dikenal dengan sebutan jelapagan. Umumnya jurung dibuat dari balok, papan, dan sirapnya dari kayu ulin. Gabah padi ladang yang umum disimpan di jurung adalah varietas lokal yang disukai masyarakat setempat yaitu Tampui

Beberapa jurung di Desa Riam Panahan kecamatan Delang telah berumur 50 tahun dengan enam kaki penyangga berukuran tinggi sekitar 1,5 meter, lebar 1,5 meter, panjang 3 meter. Bahan juring tersebut terbuat seluruhnya dari kayu ulin. Menurut Stepanus (55 th) jurung keluarganya berumur hampir setengah abad. “Jurung ini dibangun oleh bapak mertua saya saat beliau berumur 25 tahun, dan kini beliau sudah berumur 70 tahun", ujarnya menjelaskan.

Tinggal Kenangan. Seperti inikah kondisi jurung nantinya jika banyak lokasi berladang masyarakat Lamandau telah berganti menjadi perkebunan kelapa sawit?  (24-9-2014)Menurut Stepanus kapasitas jurung milik keluarganya jika penuh bisa menampung 800 – 1.000 kg gabah. Jumlah gabah tersebut dapat digunakan untuk bertahan sebagai bahan konsumsi satu keluarga hingga dua tahun. Namun sejak dua tahun terakhir ini, panen padi ladang relatif minim akibat perubahan iklim yaitu kemarau yang lebih panjang hingga tiga bulan, banyak padi ladang yang ditanam mati kekeringan. Umumnya panen padi ladang setiap hektar dapat mengisi seperempat atau kurang dari kapasitas jurung.

Perubahan iklim telah menyebabkan banyak jurung kosong atau hanya berisi jauh dari kapasitas simpannya. Tahun inipun Stepanus menyimpan hasil padi ladangnya di rumah karena lebih efisien disebabkan jumlah produksinya yang terlalu sedikit untuk disimpan di jurung keluarganya yang berjarak sekitar 500 meter dari tempat tinggalnya.

Perkembangan sektor perkebunan yang pesat di Lamandau telah membuat Stepanus merasa was-was, apalagi baru-baru ini di sekitar lokasi berladangnya telah di pasang patok untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit. Ia khawatir jika lokasi-lokasi berladang masyarakat dikuasai perkebunan kelapa sawit, maka berladang akan semakin sulit sehingga banyak jurung terbengkalai tinggal kenangan. (Dr. A)