JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Sayuran Spesifik Kalimantan Tengah

Kalimantan Tengah memiliki luas 154.000 km yang terdiri dari 14 kabupaten/kota. Berbagai tanaman/sumberdaya genetik lokal banyak ditemukan, baik di lahan pekarangan maupun non pekarangan. Ada pun sumberdaya genetik yang ada berasal tanaman sayuran, antara lain: kanjat, bakung, putuk, dan lain-lain.

Sayuran indigenous atau sering disebut jenis sayuran lokal adalah sejenis sayuran, atau dimanfaatkan oleh penduduk setempat dari dulu, sehingga sudah dianggap sebagai tanaman turun-temurun dan tanaman sayuran tersebut tidak dibudidayakan secara massal. Sayuran indigenous atau sayuran lokal adalah sayuran yang beradaptasi di suatu daerah dan dapat tumbuh dengan baik dalam arti potensi dari tanaman tersebut.

Ada banyak jenis sayuran lokal Kalimantan Tengah di antaranya kelakai, bajei, sulur keladi, rotan, terong asam. Tanaman sayuran indegenous/sayuran lokal selain bermanfaat untuk pemenuhan gizi keluarga juga berguna bagi kesehatan.

Kelakai.

Tanaman ini merupakan jenis paku-pakuan yang tumbuh baik di daerah yang mempunyai kelembaban tinggi seperti lahan gambut. Kelakai sebagai sayuran tradisional khas Kalimantan Tengah merupakan sayuran organik, karena tanaman ini tumbuh secara liar tanpa menggunakan bahan-bahan anorganik baik sebagai pupuk, maupun pestisida. Bagian tanaman yang dikonsumsi adalah pada bagian pucuk atau ujung yang relatif lunak diukur dari pucuk 15 cm. Kelakai ada 2 jenis dari warna daun yang dikonsumsi, yaitu kelakai berdaun kemerah-merahan dan berdaun hijau. Kelakai berwarna kemerahan diyakini dapat memulihkan kondisi tubuh untuk ibu-ibu yang baru melahirkan dan dapat merangsang produksi Air Susu Ibu (ASI). Hasil olahan masih terbatas untuk dikonsumsi dalam bentuk sayuran segar seperti di buat sup, sayuran bersantan, sayuran oseng, untuk olahan yang tahan lama sebagai campuran pada rempeyek.

Rotan.

Rotan adalah tanaman yang tumbuh liar menjalar dan melilitkan batangnya pada pohon-pohon besar, bisa dijumpai di sekitar tepi sungai serta di dalam hutan hujan tropis Kalimantan. Tanaman rotan di kenal sebagai bahan baku untuk kerajinan tangan. Namun masyarakat Dayak Kalimantan Tengah menggunakan bagian rotan yang muda untuk dikonsumsi yaitu sebagai menu sayuran. Bagian yang dikonsumsi dari rotan ini adalah bagian pangkal rotan yang disebut umbut. Umbut rotan ini memiliki rasa yang pahit, biasanya umbut rotan diolah bersama ikan sungai.

Kanjat.

Kanjat merupakan jenis tanaman semak atau memiliki bentuk batang atau tubuh menjalar seperti tanaman papare, kacang, labu atau pun mentimun, dan hidup di tempat lingkungan yang lembab, seperti gambut. kanjat merupakan salah satu dari klasifikasi tumbuhan yang buahnya dapat dijadikan sayur atau dengan kata lain dikonsumsi. Tanaman sayuran kanjat dapat dijumpai di daerah Kalimantan Tengah seperti di daerah Kahayan, Barito, Katingan. Bentuk buah kanjat mirip dengan gambas tetapi ukuran buahnya kecil panjangnya 3-4 cm. Sayur buah kanjat dapat diolah menjadi kreasi seperti oseng, sayur asam, atau pun bening.

Terong Asam/Rimbang.

Terong asam (Solanum ferox Linn) atau Rimbang dalam bahasa Dayak Kalimantan Tengah termasuk dalam famili Solanaceae. Tanaman ini tumbuh liar disekitar kebun rumah, tidak dibudidayakan. Tanaman terong asam memiliki ketinggian pohon 0,5-1 m, batangnya berduri, daunnya berbentuk bujur bagian tepinya bercuping-cuping tiga segi, berbulu. Buah terong asam ini memiliki bentuk bulat dengan diameter berukuran 2-3 cm, berwana hijau ketika masih muda dan ketika masak warnanya akan menjadi kuning kulitnya. Kegunaan dan khasiat buah terong asam digunakan pengganti asam. Selain itu, buah terong asam ini juga sering dibuat untuk sambal belacan/terasi.

Bajei.

Tanaman paku-pakuan sejenis kelakai tetapi warna batang dan daunnya hijau, pada bagian pucuknya menggulung, dan berlendir. masyarakat Dayak menyebutnya bajei. Bajei (Diplazium esculentum) merupakan tanaman yang tumbuh alami. Habitat tumbuhnya di pinggiran sungai dan lahan kebun dengan kelembaban tinggi. Bajei dikenal sebagai sayuran tradisional Dayak khas Kalimantan Tengah, biasanya bagian batang muda dan daun dikonsumsi dimasak oseng. Selain itu bagian akar juga digunakan sebagai insektisida dan obat batuk.

Bakung.

Bakung (Crinum asiaticum) termasuk sayuran organik, yaitu sayuran yang hidup dan berkembang di alam bukan hasil budi daya. Bakung tumbuh liar (makrofita) di pinggiran atau bataran sungai atau danau. Dapat dijumpai seperti di kawasan sungai Sebangau. Tanaman bakung pada umumnya, berdaun hijau cerah dengan ukuran yang besar dan lebar, serta mempunyai bunga yang berwarna putih bersih. Bakung yang dikonsumsi adalah bagian batangnya, karena bakung memiliki kandungan kimia seperti Likorina; Krinidina; Hemantamina; dan Krinamina,selain berfungsi analgesik. Kandungan zat kimia yang terdapat didalamnya dapat menjadi racun bagi tubuh, sehingga apabila dimasak harus dibuang bagian warna merah yang terdapat antara batang daun dan batang muda. Biasanya diolah sebagai sayuran yang berkuah atau ditumis

Sumber Rujukan:

Wisata Kuliner Kalimantan Tengah Masakan Makanan Sehat Alami Sayur Buah Kanjat atau Oyong mungil Dari Desa Garung Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah. http://catatanmiyang.blogspot.co.id/2016/06/wisata-kuliner-kalimantan-tengah.html. (Diunduh 14 Maret 2016)

Juhu Umbut Rotan. https://id.wikipedia.org/wiki/Juhu_Umbut_ Rotan.

Bakung” Diantara 1001 Macam Kuliner Khas Dayak
http://www.kompasiana.com/johanarifin/bakung-diantara-1001-macam-kuliner-khas-dayak_54f3ff24745513a02b6c83e2