JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bijak Menggunakan Pestisida Kimia

Residu pestisida seringkali meresahkan masyarakat pengkonsumsi makanan seperti sayuran dan buah-buahan. Pestisida kimia juga berbahaya bagi yang menggunakan pestisida seperti para petani hortikultura dan para  pekerja kebun.

Bagi petani penggunaan pestisida memang sangat menguntungkan, yaitu  dapat memberantas hama secara mudah, dapat menurunkan populasi hama secara cepat dan dapat menekan kehilangan hasil karena hama. Dengan pestisida petani juga tidak memerlukan tenaga yang banyak dan tidak memerlukan waktu dan biaya yang begitu besar. Dan tanpa pestisida tanaman yang dihasilkan tidak begitu memuaskan dan hasil produksinya pun kurang karena mereka sudah tergantung dengan pestisida.

Pestisida secara umum dapat diartikan sebagai bahan kimia yang beracun yang digunakan untuk mengendalikan jasad pengganggu yang merugikan kepentingan manusia. Sedangkan secara harfiah artinya pembunuh hama,  berasal dari kata pest dan sida. Pest berarti hama penyakit secara luas, sedangkan sida berasal dari kata caedo yang berarti membunuh. Pengertian pestisida adalah semua bahan racun yang digunakan untuk membunuh organisme hidup yang mengganggu tumbuhan, ternak dan sebagiannya yang dibudidayakan manusia untuk kesejahteraan hidupnya.

Pada dasarnya pestisida banyak memberikan manfaat dan keuntungan, namun bukan berarti penggunaan pestisida tidak menimbulkan dampak buruk dan negatif. Dengan kita sering menggunakan pestisida kimia, maka dampak akan terkena racun tersebut akan lebih banyak. Penggunaan pestisida kimia pasti menimbulkan dampak negatif bagi yang berhubungan langsung maupun yang tidak berhubungan secara langsung. Kerugian berupa dampak buruk dan negatif dari  penggunaan pestisida kimia.

Dampak yang sering terjadi pada manusia dari penggunaan pestisida adalah mereka yang berhubungan langsung/kontak langsung  dengan pestisida. Gejala yang biasa dialami oleh orang yang terkena racun pestisida biasanya mengalami pusing-pusing, muntah-muntah, mulas, mata berair, kulit terasa gatal-gatal, kejang-kejang, pingsan dan bahkan dapat menimbulkan kematian. Sedangkan penggunaan pestisida secara tidak langsung dapat menimbulkan penyakit kanker pada tubuh, kerusakan genetik pada generasi akan datang, kemandulan dan kelahiran anak cacad dari ibu yang terkena racun pada saat mengandung.

Walaupun jangka waktunya lama bisa berbulan-bulan bahkan tahunan jika dibandingkan dengan kontak langsung, tetap pestisida kimia sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor, yaitu kurangnya pengetahuan dalam penggunaan pestisida, tidak tepat sasaran, tidak tepat waktu, dosis yang digunakan tidak sesuai dengan anjuran, kurangnya pengetahuan dalam hal perlindungan dari pengguna pestisida.

Pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh penggunaan pestisida dampaknya tidak segera dapat lihat. Racun yang diakibatkan oleh pestisida akan mencemari lingkungan sekitar. Karena sifatnya yang beracun maka residunya dapat bertahan selama bertahun-tahun dan sangat sulit terurai secara alami. Pestisida hampir ditemukan di setiap tempat lingkungan sekitar kita. Maka dari itu residu yang ditinggalkan di lingkungan tersebut akan menjadi masalah. Pencemaran pestisida dapat menyebar melalui angin, melalui tanah, dan melalui aliran air yang terbawa melalui tubuh organisme yang dikenainya.

Pestisida yang paling banyak menyebabkan kerusakan lingkungan dan mengancam kesehatan manusia adalah pestisida sintetik, yaitu golongan organoklorin. Tingkat kerusakan yang disebabkan oleh senyawa organoklorin lebih tinggi dibandingkan senyawa lain, karena senyawa ini peka terhadap sinar matahari dan tidak mudah terurai.

Meningkatkan Perkembangan Populasi

Pada dasarnya penggunaan pestisida bertujuan untuk mengurangi populasi hama, tetapi dalam kenyataannya malah meningkatkan populasi jasad pengganggu. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang dampak penggunaan pestisida. Ada tiga dampak buruk terhadap pestisida yang mempengaruhi peningkatan perkembangan populasi hama yaitu : (1). Munculnya Ketahanan (Resistensi) Hama Terhadap Pestisida; (2). Resurgensi Hama; (3). Ledakan Populasi Hama Sekunder.

Oleh karena itu berdampak negatif dari penggunaan pestisida yang tidak bijaksana, maka sudah saatnyalah kita untuk sadar akan bahaya pestisida yang dapat merusak lingkungan dan mengancam kesehatan manusia.

Selain menggunakan pestisida, ada banyak cara untuk mengendalikan hama dan penyakit yang dapat mengganggu tanaman dan manusia misalnya : (1) dengan menerapkan prinsip pengelolaan hama terpadu (PHT),  (2) penggunaan pestisida nabati ; bahan-bahan yang dipakai bisa terbuat dari daun nimba, pepaya, pisang dan berbagai macam sayuran dan buah-buahan yang sudah busuk, (3) bioremedias yang dikenal sebagai usaha perbaikan tanah dan air permukaan dari residu pestisida atau senyawa rekalsitran lainnya dengan menggunakan jasa mikroorganisme. Mikroorganisme yang digunakan berasal dari tanah namun karena jumlahnya masih terbatas sehingga masih perlu pengkayaan serta pengaktifan yang tergantung pada tingkat rekalsitran senyawa yang dirombak.

Diharapkan di masa yang akan datang penggunaan pestisida akan semakin berkurang dan penggunaannya dapat lebih selektif dengan didukungnya penemuan-penemuan baru yang lebih efektif dalam mengatasi gangguan jasad pengganggu ini sehingga tidak membahayakan bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Dewi Ratnasari. Dimuat di Sinar Tani, 15 Desember 2015.