JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Artikel


Pentingnya Keamanan Pangan pada Industri Katering

Kasus keracunan makanan yang terjadi di Lamunti Kabupaten Kapuas (Kalteng Pos, 2 Januari 2008) mengingatkan kita kembali pada pentingnya keamanan. Kasus- kasus keracunan pangan sebenamya sering terjadi di negeri kita, namun sampai dengan saat ini, belum ada lembaga yang secara lengkap me-record kasus-kasus ini. Kejadian ini mungkin masih dianggap sebagai hal biasa dan terlupakan seiring berjalannya waktu. Keamanan pangan menjadi hal yang penting karena berkaitan dengan kesehatan manusia sehingga perIu diperhatikan. Dan memang biasanya, masyarakat umumnya baru ingat pentingnya keamanan pangan setelah terjadi kasus keracunan yang terjadi pada orang yang dekat dengan mereka ataupun pemberitaan media massa. 

Kesadaran Masyarakat tentang Keamanan Pangan

Kasus penggunaan formalin pada industri pangan, khususnya industri tahu, mi basah maupun ikan asin telah mewarnai berita utama pada media cetak maupun elektronik akhir-akhir ini. Berita mi berawal dari temuan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Provinsi Jawa Timur terhadap beberapa sampel tahu dan mi basah yang menunjukkan bahwa sebagian besar sampel positif mengandung formalin. Temuan tersebut ditindak-lanjuti oleh Balai POM di daerah lain dan hasilnya cukup mengkhawatirkan masyarakat. Formalin merupakan bahan pengawet yang tidak diizinkan digunakan untuk makanan karena berbahaya bagi kesehatan. Akibat dari pemberitaan tersebut omzet penjualan tahu, mi hasah bahkan mi ayam turun drastis. Tentu saja ini berimbas pada penghasilan mereka yang semakin menurun. Hal ini menunjukkan bahwa peristiwa ini sedikit banyak telah mengingatkan masyarakat akan pentingnya keamanan pangan dan mereka memerlukan jaminan keamanan makanan yang dikonsumsinya. 

Bawang Dayak (Eleutherine Palmifolia) sebagai Tanaman Obat Multifungsi

Bawang dayak atau bawang hantu (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) merupakan tanaman khas Kalimantan Tengah. Tanaman ini sudah secara turun temurun dipergunakan masyarakat Dayak sebagai tanaman obat. Tanaman ini memiliki warna umbi merah dengan daun hijau berbentuk pita dan bunganya berwarna putih. Dalam umbi bawang dayak terkandung senyawa fitokimia yakni alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik, steroid dan tannin. Secara empiris bawang dayak sudah dipergunakan masyarakat lokal sebagai obat berbagai jenis penyakit seperti kanker payudara, obat penurun darah tinggi (Hipertensi), penyakit kencing manis (diabetes melitus), menurunkan kolesterol, obat bisul, kanker usus dan mencegah stroke. Penggunaan bawang dayak dapat dipergunakan dalam bentuk segar, simplisia, manisan dan dalam bentuk bubuk (powder). Potensi bawang dayak sebagai tanaman obat multi fungsi sangat besar sehingga perlu ditingkatkan penggunaanya sebagai bahan obat modern

Oleh: Ronny Yuniar Br, Galingging, SP.,MSi (Warta Penelitian dan Pengembangan Volume 15 Nomor 3 , Desember 2009)

Download pdf