JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pengaruh Limbah Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah di Lahan Kering Kabupaten Lamandau

ABSTRAK

 

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas strategis yang mulai dikembangkan di Kalimantan Tengah. Kondisi lahan yang marjinal perlu diperbaiki melalui penambahan pupuk organik maupun anorganik.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui paket pemupukan yaitu pupuk organik dari limbah sapi yang terdiri kompos pupuk kandang sapi dan biourine sapi, serta pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah di lahan kering.  Perlakuan paket pemupukan terdiri dari 5 macam, yaitu: A = pupuk  anorganik + kompos pupuk kandang sapi, B = pupuk anorganik + Biourine sapi, C = pupuk anorganik + kompos pupuk kandang sapi + biourine sapi, D = kompos pupuk kandang sapi + biourine sapi, E = pupuk anorganik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A, C, dan D berbeda nyata dari perlakuan B dan E pada parameter tinggi tanaman bawang merah umur 2, 4, dan 6 MST.  Seluruh paket pemupukan tidak berpengaruh  terhadap jumlah tunas bawang merah.  Sedangkan produksi bawang merah basah perlakuan D terbaik dan berbeda nyata dengan perlakuan C, B, E dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan A.  Produksi bawang merah basah terbaik pada perlakuan D mencapai 5.094 g/petak (19,1 t/ha). Untuk parameter produksi kering ternyata perlakuan D, A, dan C berbeda nyata dan lebih tinggi dari E dan B, dimana berturut-turut sebesar 3.630 g/petak (11,6 t/ha), 2.974 g/petak (11,2 t/ha), 2.561 g/petak  (9,6 t/ha) dan 1.925 g/petak  (7,2 t/ha) serta 1.752 g/petak (6,6 t/ha).

 

Kata Kunci: Allium ascalonicum L, lahan kering, kompos, biourine, sapi.


Oleh: Muhammad Anang Firmansyah dan Ermin Widjaja

Seminar Nasional SINERGI DAN SINKRONISASI PROGRAM LITKAJI DAN DISEMINASI
MENDUKUNG PENCAPAIAN SWASEMBADA PANGAN

Banda Aceh, 9 Mei 2017

Hal : 773-780