JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

KAJIAN TEKNOLOGI USAHATANI JAGUNG DI LAHAN KERING KALIMANTAN TENGAH

ABSTRAK

Jagung merupakan komoditas pangan yang penting kedua setelah padi, karena berfungsi sebagai makanan pokok dan pakan temak serta bahan baku industri. Kalimantan Tengah merupakan salab satu provinsi yang berpeluang besar dalam upaya peningkatan produksi jagung nasional, karena masdi memiliki lahan kering seluas 14,63 juta hektar. Salah satu upaya yang ditempuh oleh BPTP Palangkaraya dalam peningkatan produksi jagung adalah melaksanakan Pengkajian Teknologi Usahatani Berbasis Jagung di Lahan Kering dengan tujuan dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Pengkajian dilaksanakan pada musim hujan dengan luas hamparan 2,5 hektar yang melibatkan 1 0 petani kooperator. Pengkajian dilaksanakan di Desa Batuah, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah pada M H 1998/1999. Pengkajian dilaksanakan terdiri dan Pengkajian Utama dan Pengkajian Super Imposed yang rnerupakan inti pengkajian seluas 0,45 hektar. Pengkajian Utama ditanam jagung vanetas Bisma dengan menerapkan dosis pemupukan sesuai anjuran dan Dinas Tanaman Pangan. Pengkajian Super Imposed menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan Vanietas sebagai petak utama’ dan dosis pupuk sebagai anak petak. Vanietas terdiri dan lima level yaitu Bisma, Lagaligo, Semar-2, CP-l danjagung putih. Dosis pupuk terdiri dad lima level yaitu P1 300 kg Urea/ha + 175 kg SP-36/ha + 125 kg KCI/ha, P2 275 kg Urea/ha + 150 kg SP-36/ha + 100 kg KCI/ha, P3 = 250 kg Urea/ha + 125 kg SP-36/ha + 75 kg KCI/ha, P4 = 225 kg Urea/ha + 100 kg SP-36/ha + 50 kg KC1/ha dan P5 200 kg Urea/ha + 75 kg SP-36/ha + 25 kg KCI/ha. Hasil pengkajian Utama rnenunjukkan produktivitas jagung 4,07 ton/ha dan R/C-ratio sebesar 2,35. Pada Pengkajian Super Imposed menunjukkan bahwa dosis pupuk P3 dan varietas Bisma membenikan hasil tertinggi dengan produktivitas 5,61 ton/ha dengan RC rasio sebesar 2,92. Teknologi usahatani tersebut secara ekonomis menguntungkan petani Kajian Teknologi Usahatani Jagung di Lahan Kering Kalitnantan Tengah (Amik Krismawati dan M. A. Firmansyah) karena menunjukan R/C rasio lebih besar dari satu. Hal ini dapat berkelanjutan apabila sarana produksi tersedia dan ada kestabilan harga serta jaminan pasar yang jelas dengan didukung oleh pemerintah, swasta atau KUD.

Kata kunci : jagung, sistem usahatani, lahan kering, Kalimantan Tengah

Oleh: Amik Krismawati dan M. A. Firmansyah