JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Karakterisasi Populasi Cacing Tanah (Lumbriscus terestris) pada Beberapa Daerah Budidaya Bawang Merah

ABSTRAK

Secara umum permasalahan dalam pengembangan komoditas bawang merah masih menggunakan teknik usahatani biasa dan belum mempertimbangkan kesesuain lahan dan kondisi tanah serta aspect penanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengklasifikasi beberapa karakteristik lahan terhadap penanaman bawang merah dan mengamati populasi cacing tanah berdasarkan kelas kesesuain lahan yang ditanami bawang merah. Metode yang digunakan adalah pendekatan evaluasi lahan dan pengamatan lapangan. Penelitian dilakukan selama musim penghujan pada tahun 2018 di tiga lokasi dengan tanah yang berbeda, yaitu gambut/Histosol (IST), tanah tertimbun Quartzipsamment diatas gambut (ENT), dan tanah Dystropept di lahan kering (EPT). Penelitian ini dihususkan pada musim hujan pada bulan Desember dan Januari dimana berlangsung program penanaman bawang merah. Sedangkan populasi cacing tanah diperoleh dengan menggali luasan 1 m2 kedalaman 20 cm di empat tempat pada masing-masing lokasi. Penghitungan cacing tanah dilakukan secara hand sorting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan tertinggi pada lokasi EPT S3tr,rt,nr, sedangkan pada lokasi lainnya tidak sesuai. Pada lokasi IST tergolong N3fb dengan kendala adanya bahaya banjir saat musim hujan, sedangkan untuk lokasi ENT tergolong Nrt yaitu kendala tekstur kasar. Kelas kesesuaian lahan yang tinggi tidak identik dengan kepadatan populasi cacing tanah yang tinggi. Aspek budidaya yang mampu meningkatkan pH tanah mendekati netral serta aplikasi pestisida yang lebih rendah mempengaruhi populasi cacing tanah. Lokasi ENT yang memiliki pH tanah netral dan menggunakan pestisida lebih rendah memiliki populasi cacing tanah terbanyak. Kepadatan populasi cacing tanah dari tinggi ke rendah diperoleh ENT>IST>EPT atau 74>33>31 ekor/m2.

.  

Kata Kunci: kelas kesesuaian lahan, Allium ascalonicum, Lumbriscus terrestris

Oleh: M. A. Firmansyah dan Andy Bhermana

Sumber: Jurnal Lahan Suboptimal Volume 9 Nomor 2, Oktober 2020 : 208-217