JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PENGARUH PUPUK “SLOW RELEASE” MAJEMUK PADAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KELAPA SAWIT MUDA PADA XANTHIC HAPLUDOX DI MERANGIN, JAMBI

ABSTRAK

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan andalan yang pengembangannya sangat pesat. Kondisi ini perlu didukung dengan pengelolaan yang tepat terutama aspek pemupukannya agar produktivitasnya tetap optimal. Penelitian lapangan untuk menguji pengaruh pupuk majemuk padat slow release yang diformulasi dalam bentuk pupuk stick, terhadap pertumbuhan dan produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit muda pada tanah Xanthic Hapludox telah dilakukan dari tahun 2003-2005. Tujuh perlakuan pemupukan yaitu perlakuan petani (A); anjuran (B); kontrol (C); 1 batang pupuk stick/pohon (D), 2 batang pupuk stick/pohon (E); 3 batang pupuk stick/pohon (F); dan 2 batang pupuk stick + pupuk cair Fosfo N (G) dicoba dalam penelitian ini. Semua perlakuan disusun berdasarkan rancangan acak kelompok dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk majemuk padat slow release berpengaruh nyata dalam memperbaiki pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produksi TBS kelapa sawit. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan 3 batang pupuk stick/pohon (G) dengan skor pertumbuhan 90,30% dan produksi TBS 31,43 kg/pohon. Hasil ini berbeda nyata terhadap semua perlakuan lainnya kecuali perlakuan anjuran dengan skor pertumbuhan dan produksi TBS masing-masing 87,30% dan 30,57 kg TBS/pohon. Dibandingkan dengan perlakuan anjuran, pemberian pupuk majemuk padat slow release dapat mengurangi jumlah kebutuhan pupuk petani kelapa sawit karena efisiensi pemupukan meningkat sekitar 50-60%. Berdasarkan dinamika hara dan kebutuhan kelapa sawit akan hara, maka paket rekomendasi pemupukan perlu diubah untuk menjaga keseimbangan hara di dalam tanah. Perubahan tersebut berupa peningkatan dosis pupuk sumber kalium karena diperlukan paling banyak oleh tanaman. Selain itu, pupuk sumber sulfur harus ditambahkan karena sulfur diperlukan dalam jumlah yang banyak. Akan tetapi kemampuan tanah kering masam dalam menyediakan sulfur sangat rendah sehingga terjadi pengurasan sulfur tanah yang berujung pada ketidak-seimbangan kadar unsur hara tanah.

Kata kunci : Slow release, Tandan buah segar, Pupuk stick, Efisiensi pemupukan, Keseimbangan hara

Oleh: I G.P. Wigena, J. Purnomo, E. Tuherkih, dan A. Saleh