JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

KESESUAIAN LAHAN PASANG SURUT UNTUK TANAMAN KARET DI TIGA DESA EKS PLG, KABUPATEN PULANG PISAU, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

ABSTRAK

Lahan pasang surut sudah sejak lama menjadi areal pengembangan karet rakyat yaitu sekitar tahun 1920-an. Rehabilitasi lahan eks PLG di wilayah pasang surut menampung minat yang tinggi masyarakat untuk berkebun karet di wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menetapkan klasifikasi kesesuaian lahan untuk tanaman karet di lahan pasang surut pada tiga desa (Anjir Pulpis, Jabiren, Sigi) di Kabupaten Pulang Pisau yang terdiri dari beberapa jenis tanah yaitu Sulfaquept, Endoaquept, Dystrudept, dan Haplohemist. Hasil analisis menunjukkan bahwa kendala utama pengembangan karet di lahan pasang surut adalah buruknya drainase, toksisitas, retensi hara, dan kebakaran di tanah gambut. Kelas kesesuaian lahan aktual umumnya tergolong tidak sesuai saat ini (N1) kecuali pada Dystrudept Jabiren yang tergolong sesuai marjinal (S3). Perbaikan faktor penghambat diperlukan hingga tingkat sedang- tinggi, tingkat pengelolaan rendah tidak mampu meningkatkan kelas kesesuaian lahan. Tingkat pengelolaan sedang akan meningkatkan kelas kesesuaian lahan yaitu sesuai marjinal  (S3)  hingga  cukup  sesuai  (S2),  sedangkan  pengelolaan  tingkat  tinggi  mampu  mencapai  kelas kesesuaian lahan cukup sesuai (S2) hingga sangat sesuai (S1). Pengembangan lahan pasang surut diperlukan bantuan dari pemerintah, terutama dalam memperbaiki drainase yang memerlukan biaya tinggi

Kata kunci: Hevea brasiliensis, pasang surut, Kalimantan Tengah

Oleh: M. A. Firmansyah, N. Yuliani, W.A. Nugroho, dan A. Bhermana