JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PENGELOLAAN LAHAN GAMBUT BERKELANJUTAN: STUDI KASUS PENGEMBANGAN KARET DAN TANAMAN SELA DI DESA JABIREN KABUPATEN PULANG PISAU KALIMANTAN TENGAH

ABSTRAK

Pemanfaatan gambut untuk tanaman karet telah lama dilakukan oleh masyarakat di Kalimantan Tengah. Setelah terjadinya kebakaran hutan dan lahan gambut skala luas, pemanfaatan lahan gambut untuk tanaman karet makin meningkat terutama pada bekas areal kebakaran tersebut. Demplot ICCTF di Desa Jabiren, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah merupakan area bekas kebakaran hebat di kawasan gambut pada tahun 2005. Lokasi tersebut merupakan lahan gambut dengan kriteria ketebalan sangat dalam yaitu antara 5 hingga 7 meter, dan tingkat kematangan bervariasi antara hemik dan saprik. Karet yang berasal dari biji (GT-1) ditanam pada tahun 2006. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bahan ameliorasi (pugam A, pugam T, pupuk kandang ayam, tanah mineral dan kontrol) terhadap karakterisitik agronomis tanaman karet dan tanaman sela yang telah dilaksanakan selama 1 tahun penelitian yaitu dari bulan Januari 2011 – bulan Maret 2012. Setiap petak perlakuan memiliki ukuran 35 x 180 m terdiri dari 7 lorong karet dengan jarak tanam karet 3x5 m. Penanaman tanaman sela dilakukan pada lorong antara barisan tanaman karet (lebar 5 m) yaitu untuk padi, digantikan jagung, dan terakhir nanas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan lingkar batang karet selama periode waktu satu tahun sekitar 10 cm diperoleh pada perlakuan pugam T, dan kontrol, dan pugam A, sedangkan pada perlakuan pupuk kandang ayam sekitar 8,45 cm, dan perlakuan Tanah Mineral hanya sebesar 7,17 cm. Pemanfaatan lorong antara barisan karet umur 5 tahun menunjukkan bahwa respon tanaman nanas lebih dapat beradaptasi (tumbuh dengan baik) dibandingkan tanaman padi dan jagung. Berdasarkan parameter agronomis yaitu pertambahan tinggi tanaman nanas menunjukkan bahwa setelah 6 bulan tanam, perlakuan Pugam A merupakan yang tertinggi mencapai 30,7 cm, sedangkan berdasarkan parameter pertambahan lebar tajuk dan jumlah daun, perlakuan pupuk kandang ayam adalah yang tertinggi, masing-masing mencapai 82,8 cm dan 10 helai. Pengembangan tanaman padi atau jagung tidak dapat berproduksi pada sela karet berumur 5, sedangkan pengembangan tanaman nanas terlihat cukup dapat beradaptasi terhadap naungan dari tajuk karet.

Kata kunci: Gambut, Hevea brasiliensis, Kalimantan Tengah

Oleh: M. A. Firmansyah, W. A. Nugroho dan M. S. Mokhtar