JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Budidaya dan Manfaat Porang

Pendahuluan

Porang (Amorphophallus oncophyllus) termasuk famili Araceae dan merupakan salah satu kekayaan hayati umbi-umbian Indonesia. Sebagai tanaman penghasil karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat pangan, tanaman porang sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan panga karena mengandung glukomanan yang baik untuk kesehatan. Selain itu umbi porang juga diekspor sebagai bahan baku kosmetik dan industri. Namun, banyak masyarakat yang masih rancu membedakan porang dengan iles-iles, suweg dan walur. Yang membedakannya adalah  hanya pada tanaman porang pada setiap pertemuan cabang dan ketiak daun terdapat bulbil/katak, sedangkan yang lainnya tidak.

Syarat Tumbuh

Budidaya porang dapat dilakukan pada dataran rendah hingga ketinggian 700 meter dari permukaan laut. Tanah gembur dan tidak becek dengan pH 6-7. Intensitas cahaya 60-70%. Dapat tumbuh dibawah naungan seperi sengon, sono, jati, karet dan sawit.ataupuan tanpa naunaungan dilahan terbuka.

Persiapan lahan

Lahan dibersihkan dari semak-semak liar (gulma) lalu dibuat guludan/bedengan selebar 50-100 cm dengan ketinggian ±40cm dan panjang disesuaikan dengan lokasi lahan. Jarak antara guludan adalah 40-50cm untuk saluran air/parit.

Persiapan Bibit

Porang dapat diperbanyak secara vegetative dan generative (biji, bulbil/katak). Bibit yang dipilih adalah dari umbi dan katak yang sehat serta normal. Setelah bibit yang ditanam berumur maksimal 1-3 tahun dapat dipanen selanjutnya dipanen setiap tahunnya tanpa perlu membeli bibit kembali.

Tata cara penyiapan bibit dari umbi

Tentukan anakan tanaman umbi bibit porang yang berumur 1 musim yang pertumbuhannya subur dan sehat. Kemudian bongkar tanaman dan umbi jangan dibersihkan dari akar dan tanah (jangan dicuci). Lalu dikumpulkan bibit tersebut di tempat yang teduh untuk di tanam lagi. Kebutuhan bibit porang/hektar kalau dari  Umbi sekitar 1.500 kg (±20-30buah/kg) dan kalau dari katak/bulbil  ± 300 kg.

Tata cara penyiapan bibit dari biji

Tanaman porang pada setiap kurun waktu 4 tahun akan menghasilkan bunga yang kemudian menjadi benih biji. Dalam 1 tongkol buah bisa menghasilkan biji sampai ±250 butir yang dapat digunakan sebagai bibit porang dengan cara disemaikan terlebih dahulu.

 Tata cara penyiapan bibit dari bubil/ katak

Ambil bibit dari sekitar rumpun tanaman yang berumur cukup tua/ ripah (seleksi/ pilih bulbil yang sehat dan normal) kemudian langsung ditanam pada awal sebelum masuk musim penghujan.

Penanaman porang

Porang sangat baik ditanam ketika mendekati musim hujan yaitu sekitar bulan september – november. Adapaun cara menanam porang adalah :

  1. Bibit yang sehat dimasukkan kedalam lubang tanam dengan letak bakal tunas menghadap ke atas dengan diberikan pupuk dasar pupuk kompos.
  2. Tiap lubang tanaman diisi 1 bibit porang dengan jarak tanam 30-50 cm atau sesuai kebutuhan .
  3. Tutup bibit dengan tanah halus / pupuk kompos setebal ± 3 cm (secukupnya).

 

Bulbil atau katak pada tanaman porang

 

Pemeliharaan tanaman porang

Tanaman porang merupakan tanaman yang tidak terlalu memerlukan pemeliharaan secara khusus. Namun untuk mendapatkan hasil pertumbuhan dan produksi secara maksimal, dapat dilakukan perawatan yang intensif dengan cara dilakukan penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit.

  • Penyiangan

Dilakukan dengan membuang gulma yang tumbuh kemudian gulma yang terkumpul ditimbun dalam sebuah lubang agar membusuk dan menjadi kompos.

  • Pumupukan

Pemupukan dapat dilakukan setelah penyiangan pertama umur satu bulan dengan jenis pupuk urea 10 gr/titik dan SP36 5 gr//titik. Kemudian pemupukan selanjutnya dilakukan pada umur ± 3 bulan bersamaan dengan munculnya pertumbuhan bulbil (katak) pada daun. Untuk pemberian pupuk dilakukan dengan cara ditabur disekitar batang porang dengan lapisan jarak 5-10 cm dari pangkal porang dan ditutup dengan lapisan tanah secukupnya.

  • Pengendalian hama dan penyakit

Tanaman porang masih tergolong sangat minoritas dalam gangguan hama dan penyakit. Biasanya gangguan jamur sclerotium sp dapat mengakibatkan tangkai dan helai daun menjadi layu dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida ridomil (sejenisnya). Sedangkan pada umbi dalam tanah biasanya mendapatkan serangan ulat bahkan juga menyerang bagian daun, dapat dikendalikan dengan pemberian insektisida. Dari beberapa gangguan tersebut biasanya berawal dari pupuk kompos yang belum terurai secara maksimal.

Pertumbuhan dan masa panen tanaman porang

  • Tanaman porang dapat dipanen untuk pertama kali setelah umur tanam mencapai 2-3 musim dari benih bulbil (katak).
  • Tanaman porang hanya mengalami pertumbuhan selama 5-7 bulan tiap tahunnya (pada musim penghujan). Diluar masa itu, tanaman mengalami masa istirahat / dorman dan daunnya akan layu sehingga tampak seolah-olah mati (ripah).
  • Waktu panen tanaman porang dilakukan pada bulan April-Juli (masa dormanisasi).
  • Umbi porang yang dipanen adalah umbi besar dengan berat diatas ± 1 kg/ umbi.
  • Rata-rata produksi porang berkisar 30-80 ton per hektar.

 

Penulis:

Astri Anto, SP, M.Sc

Penyuluh Pertanian BPTP Kalteng