JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Mengenal Sapi Lokal Kalteng, Sapi Katingan

Kalimantan Tengah memiliki sapi lokal, merupakan plasma nutfah daerah yang perlu dibudidayakan, ditingkatkan kualitasnya melalui seleksi dan wajib dilestarikan agar tidak punah.

INFORMASI UMUM

  • Nama lokal: Sapi Ayun Itah, Sapi Helu (sapi zaman dahulu), Sapi Katingan (lokasi Kab. Katingan, nama sementara)
  • Dipeliharan di sepanjang Daerah Aliran Sungai hanya oleh Masyarakat lokal (Suku Dayak)
  • Terkait dengan Budaya/Adat Istiadat/acara ritual Masyarakat Dayak

CIRI-CIRI SAPI

  • Warna bervariasi tetapi didominasi warna coklat kemerahan untuk betina dan hitam untuk jantan
  • Bentuk tanduk bervariasi, namun yang dominan melengkung ke depan untuk sapi betina
  • Umumnya ada tonjolan di kepalanya pada sapi betina
  • Berpunuk dan bergelambir seperti sapi PO

Sapi Jantan

 

 

 

 

 

 

 

 

Sapi Betina

 

 

MANAJEMEN PEMELIHARAAN

  • Ekstensif tradisional dalam ranch atau dilepas di hutan
  • Pakan hanya (hijauan makanan ternak) HMT alam
  • Kawin alam menggunakan pejantan, pejantan mengawini di dalam ranch yang sama 3-4 kali
  • Umur kawin pertama rata-rata 2 tahun
  • Beranak pertama rata-rata umur 3-3,5 tahun
  • Pola 1 induk 1 anak dalam 1 tahun sudah diterapkan

 

 

HASIL PENELITIAN

  • Keragaman genetik sapi tinggi,  potensi untuk dilakukan seleksi
  • Belum pernah ada laporan penyakit infeksius yang menyerang
  • Umur pubertas sapi setelah pemberian mineral di bawah 20 bulan
  • Masa produksi anak bisa mencapai 11-12 kali bahkan bisa lebih
  • Sapi relatif lebih besar dibandingkan sapi Aceh dan sapi Pesisir dengan bobot hidup sapi betina dewasa 202-217 kg dan sapi jantan dewasa 230-261 kg
  • Kedekatan secara genetik dengan Sapi PO (ada materi genetik Bos indicus)