JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Verifikasi Lapangan Untuk Menilai Akurasi Model Standing Crop Padi Sawah Melalui Integrasi Data Satelit Resolusi Tinggi dan Menengah

Posisi lokasi pengamatan Standing Crop di desa Ampah, kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah

Standing crop (SC) merupakan performa suatu tanaman yang mencakup beberapa fase pertumbuhannya yang dapat diamati pada luasan tertentu dan pada setiap titik waktu tertentu. SC padi sawah menitik beratkan pada pemantauan pertanaman yang masih tegak atau tumbuh di lapangan yang terdiri dari beberapa fase tumbuh tanaman padi. Pemantauan SC sangat bermanfaat untuk menyajikan informasi terkini secara real time yang berkaitan dengan pertanaman padi pada suatu wilayah atau lokasi tertentu.

Sejak Mei-September 2014, Ketahanan Pangan Nasional, Balitbangtan memanfaatan Inderaja untuk memetakan standing crops, yaitu luas areal pertanaman & memonitor pertumbuhan padi.  Melalui pengawalan data standing crops, verifikasi dengan citra satelit multi waktu, dapat mengefisienkan program kerja Kementerian Pertanian, sehingga lebih memudahkan Kementerian Pertanian berinteraksi dengan Dinas Pertanian daerah. Tantangan utama inderaja untuk memperkirakan area produksi padi dan tanaman: 1) meningkatkan akurasi dan 2) standarisasi model.

Respon kebijakan yang dapat diambil adalah berkenaan dengan distribusi spasial sawah, penyiapan sarana dan prasarana (pembagian alokasi pupuk, pestisida), pengelolaan sumber daya air (alokasi air irigasi, upaya pompanisasi apabila terjadi El Nino), proyeksi produksi tahunan dan prediksi pasar, asuransi Pertanian.

Kegiatan verifikasi lapangan yang dilaksanakan mulai tanggal 31 Oktober - 4 November 2016 merupakan tindak lanjut dari hasil kegiatan workshop “Peningkatan Akurasi Model Standing Crop Padi Sawah Melalui Integrasi Data Satelit Resolusi Tinggi dan Menengah di sentra Produksi Padi Untuk Mendukung Upaya Khusus Swasembada Pangan” yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Untuk wilayah Kalimantan Tengah kegiatan ini dilaksanakan pada lokasi-lokasi yang dianggap sudah dapat mewakili seluruh fase pertumbuhan tanaman padi sawah antara lain yaitu di kabupaten Barito Timur (desa Ampah) yang mewakili agroekosistem lahan sawah irigasi. Hasil identifikasi spasial telah menunjukkan bahwa hasil interpretasi data citra mampu memberikan tingkat presisi yang cukup tinggi baik dari lokasi maupun data agronomis berdasarkan fase tumbuh tanaman padi.