JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sukses Panen Semangka Tanpa Biji (Riendow F1) di Tanah Pasir Kuarsa

Budidaya semangka tanpa biji kali ini sangat unik, dengan berat buah rata-rata 5 kg/butir, warna daging buah yang merah segar, dan rasa manis yang khas tersebut dipanen dari tanah pasir kuarsa yang terkenal marjinalnya. Selama penanaman hingga panen, semangka tanpa biji varietas Riendow F1 berlabel Cap Panah Merah yang diproduksi PT. East West Seed Indonesia telah menarik banyak pihak, mulai dari masyarakat, aparat pemerintah daerah, hingga perusahaan penghasil benih.

Peneliti BPTP Kalteng yang mengawal penelitian semangka di tanah berpasir (Quartzipsamment) tersebut diketuai M. Anang Firmansyah, dengan anggota Nurmili Yuliani, dan Wahyu Adi Nugroho mampu menarik apresiasi dari PT East West Seed Indonesia untuk mengadakan acara panen bersama. Kegiatan tersebut sekaligus sebagai studi banding para petani dari Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau dan dari Bangaris,  Kota Palangka Raya. Acara yang dilakukan pada hari Selasa 8 Juni 2010 dihadiri pula oleh Manajer Pemasaran PT East West Seed Indonesia wilayah Kalimantan Ir. Winoto, Lurah Kelurahan Tanjung Pinang Samsurijal, dan para penyuluh dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya.

 

Acara panen bersama semangka Riendow F1 (atas) dan temu petani di Bangaris, Kota Palangka Raya (bawah)


Keunggulan semangka tanpa biji tersebut menurut petani kooperator, Yani (35 tahun) adalah tahan cuaca yang senantiasa berganti dengan cepat antara panas (hingga mencapai 37 – 39 oC) dan hujan yang selalu terjadi di Kota Palangka Raya. Semangka ini menurutnya juga mampu berbuah dengan ukuran relatif baik, hingga 3 butir per tanaman. Selain itu yang terpenting adalah minat konsumen terhadap semangka tanpa biji cukup tinggi.

Pemupukan, pemeliharaan awal, serta pengendalian hama dan penyakit merupakan kunci penting sukses bertanam semangka. Pupuk yang digunakan pada dosis rendah hingga sedang yaitu: 166 – 500 kg/ha Urea, 83 – 250 kg/ha SP-18, 50 – 66 kg/ha KCl, 50 – 116 kg/ha NPK majemuk, dan pupuk kandang ayam sebanyak 3 ton/ha. Harga semangka tanpa biji di tingkat petani saat ini mencapai Rp. 3.500/kg, sedangkan harga di tingkat pengecer atau pasar mencapai Rp. 5.000/kg. Harga makin meningkat menjelang bulan puasa maupun hari-hari besar keagamaan lainnya. Kini mulai banyak petani menanam semangka di tanah pasir kuarsa, karena manisnya rasa buah semangka berbanding lurus dengan keuntungan yang didapat.(MAF) (Telah dikirim oleh penulis tanggal 8 Juni 2010 untuk dimuat di tabloid Sinar Tani)