Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Sabtu, 22 November 2014

BPTP Kalteng Online

Link Website

Home >> Publikasi >> Info Teknologi >> Teknik Budidaya Daun Sop (Plus Data Produksi)
Teknik Budidaya Daun Sop (Plus Data Produksi) PDF Cetak E-mail
Oleh Anang Firmansyah   
Rabu, 22 Desember 2010 09:39

Daun sop atau seledri cukup populer untuk bahan tambahan masakan soto banjar, sop, bistik, nasi goreng, mie goreng, dan berbagai makanan ringan lainnya. Bahkan untuk kesehatan sangat manjur menurunkan tekanan darah tinggi bagi yang menderita hipertensi.

Harga daun sop di pasaran dihitung per ikat terdiri dari 5 tangkai dipatok dengan harga Rp. 1.000,-. Tingginya permintaan daun sop memberikan peluang bisnis bagi para petani sayuran, sehingga ada beberapa petani mengkhususkan melakukan budidaya daun sop saja.

Guna menjembatani teknis budidaya daun sop, maka bagi pembaca yang berminat dalam mengembangkan daun sop dapat menelaah tulisan ini. Tahapan teknik budidaya daun sop antara lain:

  1. Pembuatan media tanam di persemaian pertama yaitu tanah topsoil (tanah permukaan yang subur umumnya berwarna gelap karena banyak mengandung humus) + pupuk kandang ayam + serbuk gergaji dengan perbandingan 2:1:1, dan pembuatan media tanam di persemaian kedua dengan bahan seperti persemaian pertama dengan perbandingan 1:1:1.



    Tempat persemaian I, daun sop ditutup plastik transparan agar terhindar pukulan butir hujan secara langsung.

  2. Pembuatan media tanam di polybag yang terdiri dari kompos + tanah subur + serbuk gergaji dengan perbandingan 1:1:1. Kompos dibuat dari mencampurkan cacahan eceng gondok atau hijauan lainnya dan pupuk kandang ayam yang dikomposkan 1 - 2 bulan.
  3. Benih daun sop disemai pada bak plastik persemaian pertama dengan ukuran 28x36x6 cm yang telah diiisi media persemaian pertama selama 20 hari. Benih seledri dapat didapat di kios pertanian, umumnya satu sachet 20 g berharga Rp. 25.000.-
  4. Bibit daun sop pada bak persemaian pertama setelah umur 20 hari tersebut dipindahkan pada persemaian kedua yang telah bersisi media semai kedua, bak kayu berukuran 40x80x5 cm dan dipelihara selama 30 hari.
  5. Bibit di persemaian kedua setelah berumur 30 hari tersebut kemudian dipindahkan ke dalam polybag ukuran sedang atau 20 x 25 cm yang telah diisi media untuk polybag dan dipelihara selama 20 – 30 hari. Setiap polybag ditanam 3 bibit seledri.
  6. Selama bibit daun sop di polybag maka dilakukan penyiraman jika hari tidak turun hujan, dan dilakukan pemupukan dengan pupuk cair 1 – 2 kali saja hingga siap dijual. Pupuk yang digunakan bisa berbagai merek, namun pada budidaya ini digunakan pupuk cair hayati TIENS Golden Harvest sesuai dosis anjuran dikemasan yang disiramkan ke polybag.
  7. Setelah sebulan di polybag, maka tanaman daun sop telah tumbuh sehat dan segar, siap dijual.

 


Marijo petani daun sop siap memasarkan produksinya secara berkeliling.

Harga jual per polybag tanaman daun sop umumnya Rp. 10.000,-. Menurut Marijo (32 th), bertani daun sop dipolybag cukup menguntungkan, meskipun banyak tahapan yang dilalui namun kerja cukup ringan. Dari 350 polybag yang dijajakan, ludes dalam 1 minggu. Modal yang digunakan sekitar 40 % (1,4 juta) dari penerimaan hasil penjualan sekitar 3,5 juta rupiah. Pergiliran tanam yang baik dari tanaman ini mampu menghasilkan pendapatan yang kontinyu.

Pengkajian berbagai media tanam daun sop dipolybag menunjukkan bahwa peningkatan dosis kompos menunjukkan pertumbuhan tanaman daun sop lebih baik dibandingkan hanya media tanah topsoil saja (pada foto paling atas tampak pertumbuhan tanaman daun sop tertekan pada media tanah subur saja (gambar kanan = P03).

Sehubungan dengan banyaknya pembaca info teknologi  tentang daun sop, maka penulis memberikan data-data produksi dari pengkajian untuk dapat dijadikan acuan.  Selamat menelaah (update: 2 Maret 2011).

Parameter produksi daun Sop (dipanen 28-12-2010), ternyata perlakuan penambahan kompos dan tanah subur  (P1=1:3; P2=1:1; P3= 3:1) lebih baik dan berbeda nyata dengan hanya tanah subur saja (P0).  Parameter terpanjang tanaman per rumpun (cm): P0=11, P1=28, P2=30, dan P3=28.  Parameter Jumlah Tangkai daun per rumpun (helai): P0=17, P1=22, P2=27, P3=23.  Parameter Diameter tangkai daun terbesar tiap rumpun (mm): P0=2, P1=4,2, P2=5,1, P3=4,7.  Parameter berat segar per rumpun (g): P0=4,78, P1=18,51, P2=22,51, P3=18,59.  Dan parameter berat kering oven per rumpun (g): P0=0,78, P1=2,31, P2=3,31, P3=2,90. (Dr. A).

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com