Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Selasa, 25 November 2014
banner3
cyber-ex
Sinar Tani
katam
banner4
Serba-Serbi MKRPL

BPTP Kalteng Online

Link Website

Home >> Berita >> Berita SL-PTT >> Rapat Koordinasi dan Evaluasi P2BN di Kalimantan T...
Rapat Koordinasi dan Evaluasi P2BN di Kalimantan Tengah PDF Cetak E-mail
Berita - Berita SL-PTT
Selasa, 07 Juni 2011 14:54

Permasalahan utama yang dihadapi Kalimantan Tengah di sektor pertanian khususnya tanaman pangan adalah masih rendahnya produktivitas padi, yang rata-rata hanya berkisar 2,5-2,75 ton per hektar (ha). Jumlah tersebut jauh dibandingkan produktivitas rata-rata nasional yang mencapai 4,5-5,5 ton per ha. Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Kalteng Achmad Diran dalam Pembukaan Rapat Koordinasi dan Evaluasi P2BN Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2011, Senin (6/6/2011) di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur, Palangka Raya. Hadir dalam acara tersebut Direktur Sarana dan Prasaran Pertanian , dan Direktur Pengelolaan Air Irigasi Kementrian Pertanian, SKPD Provinsi, BPTP, Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan para Mantri Tani se Kalimantan Tengah, serta pihak swasta seperti PT. Pertani, Sang Hyang Sri, Perum Bulog, dan Bank Indonesia.

Dalam sambutannya Direktur Pengelolaan Air Irigasi mengungkapkan bahwa target peningkatan produktivitas padi nasional tidak lagi 5% seperti tahun 2010, tetapi harus mencapai 7% atau dengan target produksi 70,6 juta ton GKG pada tahun 2011. Ini mengharuskan kita untuk segera merealisasikan rencana tanam dan panen tahun 2011 yang banyak mengalami keterlambatan. Dalam kesempatan yang sama Direktur Perluasan dan Pengelolaan lahan, Tunggul Biman Panji, juga mengingatkan agar pelaksanaan P2BN harus mengacu kepada pedoman teknis P2BN tahun 2011, dan laporan yang diberikan tidak dibuat asal-asalan serta harus sesuai dengan kondisi lapangan.

Dalam diskusi terungkap bahwa dari 14 Dinas Pertanian Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah, hanya terdapat 7 kabupaten yang memiliki DIPA sehat dan seharusnya telah bisa merealisasikan anggarannya dengan cepat, namun kenyataannya belum sesuai dengan harapan. Permasalahan yang dihadapi ternyata tidak hanya datang dari daerah, namun beberapa hal utama dipicu oleh keterlambatan dari Pusat sendiri, seperti belum diterimanya Buku Pedoman Teknis P2BN tahun 2011, belum diterimanya POK dari Pusat, dll. Yang lebih disayangkan adalah belum terbentuknya Pos Komando Penanganan Khusus P2BN, baik tingkat provinsi maupun kabupaten. Hal ini sangat disesalkan Direktur, namun mengingat acuan pembentukan Posko ini ada di dalam Buku Panduan yang belum diterima, maka diharapkan semuanya akan segera dapat diselesaikan.

Pada kesempatan ini Direktur Sarana dan Prasarana Pertanian juga menantang pihak kabupaten agar dapat memenuhi pencapaian target kegiatan 30% hingga akhir Juni, yang direspon dingin oleh pihak kabupaten. Alasan yang banyak dikemukaan adalah kesiapan sarana pendukung yang belum jelas, seperti ketersediaan benih. Walaupun CPCL dan administrasi lain sebagai syarat telah dipenuhi kelompok tani, mereka belum berani mentransfer dana kegiatan ke rekening kelompok, apabila ketersediaan benih belum siap di tingkat lapang. Pihak Dinas Pertanian Provinsi Kalteng pada saat bersamaan kembali mengingatkan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk segera dapat merealisasikannya.

Dalam kesempatan ini BPTP Kalimantan Tengah yang dihadiri Kepala BPTP Kalimantan Tengah Dr. Ir. Saleh Mohtar, MP, sangat mendukung adanya pertemuan ini, mengingat pentingnya koordinasi Pusat dan daerah dalam hal peningkatan kinerja koordinasi Pusat dan Daerah, pembagian tugas Pusat dan Daerah dan sharing pembiayaan dan tanggung jawab Pusat dan Daerah. Selain itu salah satu dari empat sukses Kementrian Pertanian yaitu Pencapaian swasembada dan Swaembada Berkelanjutan, menjadi tanggung jawab bersama, maka percepatan pencapaian peningkatan produksi padi di Kalimantan Tengah adalah tindakan riil yang harus segera lakukan. Dalam hal ini BPTP Kalteng bersama dengan Dinas terkait dan pemangku kepentingan lannya akan mengawal pelaksanaan P2BN melalui pelaksanaan SL-PTT serta dukungan teknologi lainnya melalui demfarm dan demplot yang tersebar di setiap Kabupaten, serta upaya lain yang harus dilaksanakan, sebagai strategi pencapaian sasaran produksi padi 2011, yaitu : 1) peningkatan produktivitas; 2) perluasan areal tanam; 3) pengendalian OPT; 4) penurunan kehilangan hasil (losses); 5) antisipasi dampak perubahan iklim; dan 6) penguatan kelembagaan (Susilawati).

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com