Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Kamis, 23 Oktober 2014

BPTP Kalteng Online

Link Website

Home >> Publikasi >> Info Teknologi >> Terjadi Peningkatan 1200% Bobot Tongkol Jagung Man...
Terjadi Peningkatan 1200% Bobot Tongkol Jagung Manis Bonanza melalui MPSL di Pasir Kuarsa PDF Cetak E-mail
Oleh Anang Firmansyah   
Kamis, 23 Juni 2011 10:13

Penampilan jagung manis Bonanza di pasir kuarsa Palangka Raya yang dipupuk memiliki tongkol jauh lebih besar (lingkaran merah), sedangkan tanpa pemupukan memiliki tongkol kecil (lingkaran kuning). Kondisi tersebut telah meyakinkan petani setempat, bahwa pengelolaan tanah pasir kuarsa perlu didukung pemberian pupuk, yaitu pupuk kandang ayam maupun pupuk kimia.

Pengkajian MPSL (Model Pemupukan Spesifik Lokasi) untuk tanaman jagung manis telah dilakukan di tanah pasir kuarsa (Quartzipsamment) di Bangaris, Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya. Seri kajian MPSL ini adalah untuk memberikan data base pemupukan spesifik lokasi terhadap pengembangan tanaman hortikultura. Pengkajian ini merupakan rangkaian ke-3 kegiatan mandiri Peneliti BPTP Kalimantan Tengah Dr. M. Anang Firmansyah SP., M.Si dan kawan-kawan di tanah pasir kuarsa setelah MPSL Semangka Tanpa Biji dan MPSL Bilungka Masak/Timun Suri.



Petak pengkajian berukuran 2 x 10 m dengan jarak tanam 50 x 75 cm, ditanam 1 bibit per lubang. Jagung manis yang digunakan berasal dari pembibitan terlebih dahulu menggunakan bekas gelas air mineral. Setiap perlakuan MPSL diulang 3 kali. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok.

Model MPSL digunakan MPSL-1 (rendah), MPSL-2 (sedang), dan MPSL-3 (tinggi), serta MPSL-0 (kontrol atau tanpa pemberian pupuk) sebagai pembanding. Dosis MPSL-1 adalah: Pukan ayam 260 g/lubang (bekas tempat sabun colek 250g) diberikan 3 hari sebelum tanam, Urea 4 g/lubang (1 sendok teh) diberikan 2 kali, yaitu: 1 MST (Minggu Setelah Tanam) dan 3 MST. Campuran SP36 – KCl – NPK Mutiara perbandingan 1:1:1 sebesar 10 g/lubang (1 sendok makan) diberikan sebanyak 3 kali yaitu 1 MST, 3 MST, dan 6 MST. Untuk dosis pemupukan MPSL-2 digunakan 2x lipat dosis MPSL-1, sedangkan MPSL-3 digunakan dosis 3 kali lipat MPSL-1. Pengendalian OPT tanaman digunakan Curacron, Furadan dan Klensect.

Beberapa parameter pertumbuhan dan produksi secara rata-rata akibat pemberian pemupukan dan tanpa pemupukan, pada jagung manis Bonanza yang ditanam akhir Desember 2010 dan dipanen akhir Pebruari 2011 dapat dilihat pada Tabel 1. Hasil kajian sementara menunjukkan, bahwa budidaya jagung manis di pasir kuarsa cukup baik menggunakan MPSL-1, sehingga model pemupukan MPSL-1 dapat direkomendasikan untuk budidaya jagung di pasir kursa dengan varietas Bonanza. Peningkatan dosis pemupukan melalui MPSL-2 menunjukkan kenaikan bobot yang tidak nyata, malah pada MPSL-3 terjadi penurunan bobot tongkol bersih yang dihasilkan. MPSL-3 hanya memiliki bobot brangkasan panen tertinggi. (Dr. A)

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com