Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Sabtu, 25 Oktober 2014
cyber-ex
katam
Sinar Tani
banner4
Serba-Serbi MKRPL
epetani
banner3

BPTP Kalteng Online

Link Website

Home >> Berita >> Berita SL-PTT >> PT. Wahana Mega Hijau Gelar “Panen Padi Varieta...
PT. Wahana Mega Hijau Gelar “Panen Padi Varietas Inpara” PDF Cetak E-mail
Berita - Berita SL-PTT
Selasa, 11 Oktober 2011 12:34
Dimulai pada tahun 2011 pemerintah Kabupaten Kapuas melakukan kerjasama dengan PT. Wahana Mega Hijau, dalam memanfaatkan lahan rawa untuk tanaman pangan khususnya padi. PT. Wahana Megah Hijau merupakan salah satu perusahaan yang berpusat di Australia dan banyak bergerang di bidang pertanian. Melalui kerjasama ini PT. Wahana Mega Hijau, akan mengelola lahan pasang surut seluas 100.000 hektar, yang terdapat di Kabupaten Kapuas khususnya di UPT Dadahup untuk pengembangan tanaman padi, yang akan dikelola secara mekanisasi dan melibatkan masyarakat setempat.

Pada tahap awal kerjasama ini PT. Wahana Mega Hijau melalukan uji adaptasi beberapa varietas dan galur harapan padi yang diharapkan akan sesuai dan adaptif di lahan pasang surut, serta mampu berproduksi tinggi. Uji coba ini dilakukan pada musim tanam I April-Sepetember, yang dilakukan di UPT Dadahup A-5 dengan luas lahan yang digunakan sebanyak 10 ha.

Pada Kamis 6 Oktober 2011 dilakukan “Acara Panen” hasil uji coba tersebut, yang dihadiri oleh Bupati Kabupaten Kapuas, Dinas dan Instansi terkait serta BPTP Kalimantan Tengah. Dari PT. Wahana Mega Hijau hadir pemilih perusahaan yang diwakili Richard Reid dan tiga orang orang Komisaris, serta pimpinan PT. WMH Indonesia Bapak Ir. Syahrir.

Dalam kesempatan acara penen tersebut disampaikan beberapa informasi antara lain : jenis varietas yang diuji coba pada lahan tersebut sebanyak 22 varietas yang terdiri dari varietas hasil-hasil penelitian Balai Besar Padi Sukamandi yaitu : Inpara 1, Inpara 2, Inpara 3, Inpara 4, Inpara 5, dan beberapa varietas yang dihasilkan IPB yaitu varietas Dadahup dan varietas Bakumpai, serta beberapa galur yang diperoleh dari IPB. Dalam pengelolaan ke depan pihak perusahaan sangat mengharapkan masukan dari berbagai institusi khsusnya BPTP Kalimantan Tengah yang telah banyak melakukan kajian di wilayah pasang surut khususnya di UPT Dadahup.

Pada kesempatan ini Kepala BPTP Kalimantan Tengah Dr. Ir. M. Saleh Mokhtar, MP yang turut hadir dalam Acara Penenn, terlibat banyak dalam diskusi dengan Bupati Kabupaten Kapuas dan Pimpinan PT. Wahana Mega Hijau. Beberapa hal terkait penggunaan varietas unggul, teknologi pengelolaan air di lahan pasang surut disampaikan, terutama menyangkut program bersama kementrian pertanian yaitu SLPTT padi.

Dari beberapa varietas yang diuji coba, dilakukan juga ditempat terpisah penanaman varietas tersebut yaitu pada kegiatan “Demfarm dan Display Varietas” dalam rangka pendampingan dan pengawalan SLPTT. Hasil ubinan yang disampaikan pada kegiatan uji coba ini yaitu varietas Dadahup sebanyak 3,69 t/ha GKG, varietas Inpara 3 sebanyak 3,03 t/ha dan varietas Inpara 2 sebanyak 4,48 t/ha. Adapun produksi padi varietas Inpara 3 yang dihasilkan pada “Demfarm” yang dilakukan BPTP Kalteng mencapai 4, 2 t/ha GKG.

BPTP Kalteng juga menyampaikan program Badan Litbang dalam rangka Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Kalimantan Tengah, dimana selain melakukan pendampingan terhadap kegiatan SLPTT, dilakukan juga pengkajian-pengkajian yang terkait dengan upaya peniingkatan produktivitas padi di lahan pasang surut, seperti teknologi pemanfaatan ratun, IP 300 dan rekomendasi pemupukan.

Selain itu saat diskusi informal dengan pemilik perusahaan yang diwakili Mr. Richard Reid, terungkap bahwa PT. Wahana Mega Hijau, mengharapkan produktivitas minimum yang harus dicapai adalah 5,0 t/ha. Menurutnya jika produksi per musim kurang dari 5,0 t/ha maka perusahaan akan rugi. Segala upaya akan dilakukan, dan mereka cukup tertarik dengan teknologi memanfaatkan tanaman ratun, yang ditawarkan BPTP Kalteng, dan dicoba setelah panen ini selesai dilakukan Pihak BPTP Kalimantan Tengah juga merespon dengan baik keinginan Pemerintah Daerah untuk mendapatkan banyak masukan dalam hal pengelolaan lahan rawa khususnya lahan pasang surut di kabupaten Kapuas. Mengingat sangat banyak pihak swasta yang berminat dan ingin mengelola lahan pasang surut di kabupaten Kapuas, namun sejauh ini hanya sebagian kecil yang mau menunjukkan actionnya di lapangan. Sebagian besar hanya menghendaki penguasaan lahannya saja (Susilawati).
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com